BPS Sebut Sektor Informasi dan Komunikasi di Papua Barat Tumbuh Signifikan

- Selasa, 6 Agustus 2019 | 06:51 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS). (ist)
Badan Pusat Statistik (BPS). (ist)

MANOKMARI, AYOSEMARANG.COM-- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Endang Retno Subiyandini menjelaskan perekonomian Papua Barat di luar migas mengalami pertumbuhan cukup signifikan dalam setahun terakhir. Ia menyebut, terjadi pertumbuhan sebesar 6,20 persen dari triwulan II 2018 ke triwulan II 2019. Menurutnya, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh informasi dan komunikasi sebesar 12,49 persen.

Ia menjelaskan, struktur Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat tanpa migas menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 25,85 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial 17,83 persen dan pertanian, kehutanan serta perikanan 17,50 persen.

AYO BACA : AirAsia Resmi Buka Rute Penerbangan Bali-Labuan Bajo

Menurutnya, pertumbuhan sektor nonmigas di daerah ini dibanding tahun lalu cukup memuaskan. Sejumlah lapangan usaha pertumbuhannya mencapai dua gigit.

Seperti lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh mencapai sebesar 12,49 persen. Juga jasa keuangan dan transportasi tumbuh sekitar 10,13, katanya, di Manokwari, Selasa (6/8/2019).

AYO BACA : Krisis Cabai, Kinerja Menteri Pertanian Dipertanyakan

Ia menyebutkan, secara umum perekonomian Papua Barat triwulan II tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 0,50 persen dari 2018. Kontraksi pertumbuhan ekonomi triwulan Il-2019 terhadap Triwulan II-2018 ini cukup dominan dipengaruhi oleh penurunan pendapatan yang terjadi pada usaha industri pengolahan, pertambangan dan penggalian.

Kontraksi industri pengolahan migas sangat berpengaruh terhadap perekonomian Papua Barat. Industri pengolahan turun 6,73 persen dari triwulan II 2019. Pertambangan dan Penggalian turun 6,59 persen, kata Retno

Jumlah ekspor Papua Barat dari triwulan II 2018 ke triwulan II 2019 mengalami secara umum penurunan lebih dari 20 persen. Di sisi lain impor meningkat cukup signifikan mencapai 181,62 persen

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

AstraPay Didukung Kekuatan Ekosistem Astra

Rabu, 15 September 2021 | 17:12 WIB

Harga Emas Antam Naik, Satu Gram Rp936.000

Rabu, 15 September 2021 | 12:07 WIB

DAFTAR Lengkap Harga Seri iPhone 13 di Berbagai Negara

Rabu, 15 September 2021 | 11:40 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp3.000, Jadi Rp932.000

Selasa, 14 September 2021 | 11:59 WIB
X