Fintech Indonesia Berkolaborasi Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

- Rabu, 30 Juni 2021 | 15:30 WIB
Fintech Indonesia berkolaborasi dan bergotong royong untuk bantu pemulihan ekonomi nasional. (duniafintech.com)
Fintech Indonesia berkolaborasi dan bergotong royong untuk bantu pemulihan ekonomi nasional. (duniafintech.com)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Berdasarkan “Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tahun 2021-2025: Memulihkan Perekonomian Nasional serta Meningkatkan Ketahanan dan Daya Saing Sektor Jasa Keuangan” oleh Otoritas Jasa Keuangan, Pandemi Covid-19 telah menekan perekonomian dalam hal demand and supply yang dipengaruhi oleh permasalahan pada medical, businesses performance, hingga expectation. Termasuk yang mengalami tekanan dalam kategori medium impact di bidang keuangan adalah multifinance.

Hal ini mendukung kebijakan pemerintah Jangka Pendek 2020-2021 yang dilakukan Sektor Jasa Keuangan adalah dukungan terhadap Program Pemulihan Ekonomi Nasional dan untuk Kerangka Strukturan 2021-2025 yaitu dengan Meningkatkan Ketahanan dan Daya Saing Sektor Jasa Keuangan yang terdiri dari tiga pilar: Penguatan Ketahanan dan Daya Saing, Pengembangan Ekosistem Jasa Keuangan, dan Akselerasi Informasi Digital.

AYO BACA : Waspada, Ciri-ciri Aplikasi Pinjaman Online Ilegal

Bangsa Indonesia memiliki DNA gotong royong. Sehingga DNA ini menyatukan Fintech Indonesia untuk berkolaborasi dan bergotong royong untuk bantu pemulihan ekonomi nasional yang terdampak di masa pandemi dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sehingga kehidupan masyarakat dapat lebih sejahtera.

Dengan meningkatnya angka pendanaan dan meningkatnya jumlah investor di tambah dengan trend digitalisasi dapat memudahkan masyarakat, ucap Mario Lasut selaku CMO Finansialku dalam acara Finansialku Fintech Forum yang diadakan pada 29-30 Juni 2021 secara live.

AYO BACA : Informasi Lengkap dan Jadwal Pembukaan PPPK Guru 2021

Nunung Sukmawati, Senior Business Development Manager memaparkan, bahwa perilaku dan daya beli masyarakat saat ini pun mengalami perubahan. Sebelum pandemic mungkin kebanyakan masyarakat keluar rumah untuk berekreasi atau pun belanja.

Namun sekarang, berselancar di e-commerce sudah menjadi rekreasi digital. Data dari Neoro Sensum menyatakan bahwa tingkat penggunaan dompet digital naik drastic selama pandemic. Hal ini dikarenakan masyarakat mengurangi kontak fisik untuk menghindari penyembaran Covid-19 sehingga yang sebelumnya masyarakat melakukan transaksi dengan uang tunai saat ini masyarakat lebih memilih untuk melakukan transaksi digital.

Saat ini bisnis manapun wajib memberikan dampak social bagi seluru masyarakat. Acara ini menjadi forum terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia sebagai sarana informasi dan dialog terbuka bahwa sektor keuangan berbasis teknologi saat ini bersatu memberikan dan memfasilitasi masyarkat dengan berbagai kemudahaan untuk bertransaksi secara digital, mempekerjakan uangnya agar masyarakat mendapatkan passive income, ataupun pendanaan Sektor UMKM yang lebih mudah diakses dan diajukan.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

AstraPay Didukung Kekuatan Ekosistem Astra

Rabu, 15 September 2021 | 17:12 WIB

Harga Emas Antam Naik, Satu Gram Rp936.000

Rabu, 15 September 2021 | 12:07 WIB

DAFTAR Lengkap Harga Seri iPhone 13 di Berbagai Negara

Rabu, 15 September 2021 | 11:40 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp3.000, Jadi Rp932.000

Selasa, 14 September 2021 | 11:59 WIB
X