Apa Benar Bunuh Diri Bisa Menular?

- Selasa, 26 November 2019 | 14:03 WIB
Ilustrasi depresi (Istimewa)
Ilustrasi depresi (Istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Pemberitaan yang berlebihan tentang bunuh diri ternyata bisa memantik ide untuk melakukan hal serupa, menciptakan kesan bahwa bunuh diri dapat "menular".

Pendiri komunitas Into The Light Indonesia yang jadi pusat advokasi, kajian, dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa di Indonesia, Benny Prawira mengatakan, penularan yang dimaksud bukan dalam bentuk virus seperti penyakit menular pada umumnya.

"Maksud penularan adalah adalah bisa ditiru," ujar Benny, seperti dilansir Antara, pada Senin (26/11/2019).

Benny menjelaskan,  "penularan" bisa terjadi ketika media memberitakan kejadian tersebut, terutama bila terjadi pada pesohor, secara berkepanjangan dengan mengumbar kronologi, metode dan asumsi tunggal penyebab bunuh diri seseorang.

AYO BACA : Goo Hara Pernah Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Ada banyak faktor kompleks yang menjadi penyebab bunuh diri sehingga media tidak bisa mengasumsikan hanya ada satu penyebab tunggal yang mendorong seseorang mengakhiri hidupnya.

Jika diasumsikan hanya ada penyebab tunggal, dikhawatirkan orang yang mengalami masalah serupa akan mencari "jalan keluar" dengan cara yang sama.

Berdasarkan studi di jurnal Society and Mental Health, seperti dilansir Time, pemberitaan tentang bunuh diri bisa mendorong peniruan, tapi bila penulisannya edukatif, justru bisa membantu mencegah hal yang sama terulang.

Saat seseorang bunuh diri, orang-orang yang ditinggalkan akan mengalami dampak emosional yang besar dan duka mendalam karena orang yang mereka sayangi pergi dengan cara yang berbeda.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

1 Desember jadi Hari AIDS Sedunia, Begini Sejarahnya

Selasa, 30 November 2021 | 15:57 WIB

Jerman Temukan Dugaan Kasus Covid-19 Varian Omicron

Minggu, 28 November 2021 | 12:00 WIB

Duh,, Polisi Uzbekistan Paksa Muslim Cukur Jenggot

Jumat, 26 November 2021 | 09:06 WIB
X