Obama Sebut Militer Myanmar Brutal

- Selasa, 27 April 2021 | 16:26 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (pixabay)
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (pixabay)

AMERIKA SERIKAT, AYOSEMARANG.COM -- Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyebut bahwa militer Myanmar brutal dalam melaksanakan kehendak untuk melakukan kudeta.

Obama mengaku terkejut dengan tindakan militer Myanmar terhadap warga sipil.

"Upaya militer yang tidak sah dan brutal untuk memaksakan kehendaknya setelah satu dekade kebebasan yang lebih besar jelas tidak akan pernah diterima oleh rakyat dan tidak boleh diterima oleh dunia yang lebih luas," kata Obama dalam pernyataan yang diunggah di Twitter.

AYO BACA : Biden Ancam Sanksi Terkait Kudeta Militer Myanmar

Bahkan Obama mendukung upaya Joe Biden dan negara-negara yang berpikiran sama untuk memberikan hukuman kepada para jenderal Myanmar. 

"Tetangga Myanmar harus mengakui bahwa rezim pembunuh yang ditolak oleh rakyat hanya akan membawa ketidakstabilan yang lebih besar, krisis kemanusiaan, dan risiko negara gagal," katanya.

Obama mendesak mereka yang berada di Myanmar yang mencari masa depan demokratis untuk terus menjalin solidaritas antarkelompok etnis dan agama.

AYO BACA : Kudeta Negara, Militer Myanmar Aktifkan Kembali UU Wajib Lapor

"Ini adalah masa-masa kelam, tetapi saya tersentuh oleh persatuan, ketangguhan, dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi yang ditunjukkan oleh begitu banyak orang Burma, yang menawarkan harapan untuk masa depan yang bisa dimiliki Myanmar melalui para pemimpin yang menghormati keinginan rakyat," kata mantan presiden itu.

Halaman:

Editor: Ade Lukmono

Tags

Terkini

Lirik dan Chord Lagu LALISA, Intro D

Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:50 WIB
X