Polisi Tembak Mati 4 Pembunuh Presiden Haiti

- Jumat, 9 Juli 2021 | 07:34 WIB
Ambulans yang membawa jenazah Presiden Haiti Jovenel Moise melewati mural yang menampilkan dirinya di dekat kediaman pemimpin di mana dia dibunuh oleh orang-orang bersenjata di pagi hari di Port-au-Prince, Haiti, Rabu, 7 Juli 2021. Foto: AP/Joseph Odelym
Ambulans yang membawa jenazah Presiden Haiti Jovenel Moise melewati mural yang menampilkan dirinya di dekat kediaman pemimpin di mana dia dibunuh oleh orang-orang bersenjata di pagi hari di Port-au-Prince, Haiti, Rabu, 7 Juli 2021. Foto: AP/Joseph Odelym

PORT-AU-PRINCE, AYOSEMARANG.COM -- Polisi Haiti menembak mati empat tersangka pembunuh Presiden Haiti Jovenel Moise dan menangkap enam orang lagi termasuk dua warga Amerika-Haiti, Kamis 8 Juli 2021.

Pihak berwenang Haiti punĀ  mencari dalang di balik pembunuhan yang mengejutkan itu. Video detik-detik para tersangka melakukan aksi pembunuhan pun beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

Kepala Kepolisian Haiti Leon Charles mengatakan pihak berwenang telah melacak tersangka pembunuh ke sebuah rumah di dekat tempat kejadian kejahatan di Petionville, pinggiran utara bukit di ibu kota Port-au-Prince. Baku tembak sengit berlangsung hingga larut malam pada Rabu 7 Juli 2021.

AYO BACA : Pakar Amerika Serikat Sebut Penyemprotkan Disinfektan di Indonesia Salah Kaprah

Pencarian ini pun menghasilkan enam tersangka ditahan. Sementara empat jasad diambil pihak berwenang. Petugas patroli ketat di daerah itu sejak Kamis pagi. "Kami memiliki tersangka fisik, sekarang kami mencari tersangka intelektual," kata Charles.

Menteri Pemilihan dan Hubungan antar Partai Haiti, Mathias Pierre, sebanyak dua warga Amerika-Haiti termasuk di antara mereka yang ditahan. Dia mengidentifikasi salah satu dari mereka sebagai James Solages, warga negara AS keturunan Haiti, tetapi tidak menyebutkan yang lain.

Moise ditembak mati pada Rabu pagi di rumahnya oleh pasukan pembunuh terlatih yang tampaknya dari pihak asing. Peristiwa ini membuat negara termiskin di Amerika itu lebih ke dalam kekacauan di tengah perpecahan politik, kelaparan, dan kekerasan geng yang meluas.

AYO BACA : Donald Trump Gugat Facebook, Twitter, dan Google Alphabet

Kerumunan penduduk setempat berkumpul pada Kamis pagi untuk menyaksikan operasi polisi berlangsung, dengan beberapa membakar mobil tersangka dan rumah tempat mereka bersembunyi. Peluru bertebaran di jalan.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Program Vaksinasi Covid-19 Kembali Dilakukan di Brunei

Jumat, 17 September 2021 | 15:30 WIB

13 Film Horor ini Dijadikan Bahan Analisis, Berani Lihat?

Selasa, 14 September 2021 | 15:45 WIB

Debut Solo, Intip 5 Sumber Kekayaan Lisa BLACKPINK

Sabtu, 11 September 2021 | 13:20 WIB
X