Sarah Gilbert, Menolak Hak Paten Penuh Vaksin AstraZeneca

- Kamis, 22 Juli 2021 | 12:05 WIB
Sarah Gilbert  Menolak Hak Paten Penuh Vaksin AstraZeneca. (shitterstock)
Sarah Gilbert Menolak Hak Paten Penuh Vaksin AstraZeneca. (shitterstock)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Sarah Gilbert adalah salah satu ilmuwan yang berhasil menemukan vaksin Covid-19, AstraZeneca. Peneliti Universitas Oxford ini telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.

Menyadur The Star Rabu (21/07), meskipun penemu vaksin, Sarah Gilbert justru menolak mematenkan vaksinnya secara penuh. Ia hanya ingin mendapat royalti atas kerja kerasnya selama ini.

AYO BACA : Jokowi: Vaksin AstraZeneca Halal dan Thayib

“Sebagai orang yang menemukan vaksin yang sangat dibutuhkan sekarang, saya bisa meraup untung besar. (Tapi) saya menolak untuk mematenkan vaksin selain (mendapatkan) royalti atas kerja keras ini," ujar Sarah Gilbert.

"Saya tidak ingin mengajukan paten penuh karena saya ingin berbagi manfaat intelektual dengan siapa pun yang dapat memproduksi vaksin mereka sendiri," katanya dalam laporan mStar.

AYO BACA : Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun untuk Subsidi Upah Pekerja, Ini Rinciannya

Sesuai keinginannya, Oxford dan AstraZeneca sepakat tidak mengambil untung sehingga biaya vaksin AstraZeneca hanya sekitar USD 4 (Rp 58 ribu) per dosis, jauh lebih murah dari vaksin lainnya.

Vaksin AstraZeneca juga dikatakan memiliki tingkat keampuhan hingga 92% dan efektif terhadap varian Delta.

Dr Gilbert, 59, telah menjadi yang terdepan dalam penelitian vaksin melawan patogen dan virus sepanjang karirnya, terutama di abad ke-21.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Program Vaksinasi Covid-19 Kembali Dilakukan di Brunei

Jumat, 17 September 2021 | 15:30 WIB

13 Film Horor ini Dijadikan Bahan Analisis, Berani Lihat?

Selasa, 14 September 2021 | 15:45 WIB

Debut Solo, Intip 5 Sumber Kekayaan Lisa BLACKPINK

Sabtu, 11 September 2021 | 13:20 WIB
X