Bupati Kendal Resmikan Gapura Wisata Religi

- Rabu, 12 Juni 2019 | 09:53 WIB
Bupati Kendal Mirna Annisa membuka acara tradisi Syawalan Kaliwungu 2019 sekaligus meresmikan Gapura Wisata Religi (Gapura Makam Waliku) yang bertempat di kompleks Makam Jabal Nur Kaliwungu, Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu, Senin (10/6). (Foto: Humas Pemkab Kendal)
Bupati Kendal Mirna Annisa membuka acara tradisi Syawalan Kaliwungu 2019 sekaligus meresmikan Gapura Wisata Religi (Gapura Makam Waliku) yang bertempat di kompleks Makam Jabal Nur Kaliwungu, Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu, Senin (10/6). (Foto: Humas Pemkab Kendal)

KEDAL, AYOSEMARANG.COM--Bupati Kendal Mirna Annisa membuka acara tradisi Syawalan Kaliwungu 2019 (1440 Hijriyah) di makam Kyai Guru Asy'ari, salah satu wali penyebar agama Islam di Kabupaten Kendal, sekaligus meresmikan Gapura Wisata Religi (Gapura Makam Waliku).

Bertempat di kompleks Makam Jabal Nur Kaliwungu, Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu, Senin (10/6) sore, Mirna berharap dengan adanya gapura tersebut, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin berwisata religi di Kabupaten Kendal khususnya Kaliwungu.

"Dengan diresmikannya Gapura Waliku ini, saya berharap semakin meningkatkan daya tarik Kaliwungu sebagai sentra wisata religi di Kabupaten Kendal maupun Jawa Tengah," harap Bupati.

Tradisi Syawalan merupakan tradisi menyambut hadirnya bulan Syawal yang digelar setahun sekali, yakni seminggu setelah perayaan lebaran.

Masyarakat yang jumlahnya mencapai ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal maupun luar daerah mengikuti pembukaan Syawalan. 

"Tujuan Syawalan adalah mendoakan para auliya yang telah berjasa menyebarkan Agama Islam di Kabupaten Kendal. Bentuk kegiatan religi ini tiap tahun semakin meriah, apalagi dikemas dengan program wisata religi," jelas Bupati.

Mirna menambahkan bahwa komplek makam Jabal Kaliwungu menjadi tempat wisata religi dan Pemkab Kendal akan terus membenahinya agar pengunjung yang datang bisa lebih nyaman.

Sementara, KH Asro'i Tohir, salah satu ulama Kaliwungu menambahkan tradisi Syawalan Kaliwungu sudah dilakukan sejak ratusan silam.

“Sampai kini tradisi yang sudah mendarahdaging ini masih dilangsungkan dan dilestarikan,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Terbentur PTS, Swab Antigen Siswa SMP di Kendal Tertunda

Kamis, 23 September 2021 | 12:16 WIB

Warga Ngampel Kulon Diajak Ikut Awasi Pemilu

Rabu, 22 September 2021 | 10:54 WIB

Pemkab Siapkan 3 Jalur Penghubung Kendal Bawah dan Atas

Selasa, 21 September 2021 | 18:44 WIB
X