Pemkab Kendal Ancam Hentikan Kegiatan Santri

- Sabtu, 3 Oktober 2020 | 13:32 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha (dok)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha (dok)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok pesantren menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah Kendal. 

Bahkan untuk mengurangi penyebaran lebih banyak, Pemerintah Kabupaten Kendal tak segan-segan memberhentikan kegiatan para santri pondok pesantren jika kasus Covid-19 klaster pondok terus meningkat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha menjelaskan, santri yang terpapar Covid-19 hingga kini mangalami peningkatan. Sebelumnya santri yang terkonfirmasi korona hanya  terjadi di dua pondok pesantren di Patean dan Patebon, kini melebar di pondok pesantren di Singorojo.

AYO BACA : Klaster Pondok Pesantren, 92 Santri di Kendal Positif Covid-19, 1 Meninggal Dunia

Bahkan kasus terbaru di ponpes Singorojo berjumlah 30 lebih secara bersamaan. Kasus tersebut dimungkinkan akan bertambah setelah Dinas Kesehatan melakukan tes swab kepada seluruh santri maupun pengurusnya.

"Sekarang ada 3 pondok pesantren yang ditemukan santri terpapar Covid-19. Klasternya menyebar, dan kita sudah datangi semua untuk memberikan edukasi," terangnya.

Moh Toha meminta agar pengelola maupun pengasuh ponpes tidak memulangkan santri yang terpapar ke daerah masing-masing. Ia berharap santri-santri yang dinyatakan positif Covid-19 harus menjalani isolasi dan perawatan hingga sembuh.

AYO BACA : Gendong Pengeras Suara, Kapolsek Gemuh Serukan 3M

Pihaknya juga meminta ketegasan pengelola untuk bisa meningkatkan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di masing-masing pondok. Seperti menghindari hal-hal kecil yang dimungkinkan menjadi perantara penyebaran Covid-19. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Terbentur PTS, Swab Antigen Siswa SMP di Kendal Tertunda

Kamis, 23 September 2021 | 12:16 WIB

Warga Ngampel Kulon Diajak Ikut Awasi Pemilu

Rabu, 22 September 2021 | 10:54 WIB
X