Santri di Kendal Diajari Buat Pesawat Aeromodeling

- Sabtu, 19 Desember 2020 | 19:01 WIB
Dibimbing instruktur santri-santri di Desa Sumbersari Ngampel diajarkan membuat pesawat aeromodeling dari bahan kertas. (edi prayitno/kontributor kendal)
Dibimbing instruktur santri-santri di Desa Sumbersari Ngampel diajarkan membuat pesawat aeromodeling dari bahan kertas. (edi prayitno/kontributor kendal)

NGAMPEL, AYOSEMARANG.COM - - Santri itu bisa apa saja dan apa saja bisa. Itulah yang mungkin menjadi alasan santri Pondok Pesantren Al Ma’wa, Desa  Sumbersari Kecamatan  Ngampel diajarkan membuat pesawat  aeromodeling . ini merupakan satu-satunya Ponpes di Indonesia yang  akan  memproduksi  pesawat  aeromodeling untuk pecinta olahraga kedirgantaraan.

Hasil pesawat aeromodeling buatan santri ini bahkan  sudah di ujicoba  untuk diterbangkan. Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan saat diajarkan membuat pesawat ini,  santri dengan tekun menyimak detail pembuatan pesawat ini.

Kegiatan belajar membuat pesawat aeromodeling tidak menganggu waktu santri memperdalam ilmu agama dan mengaji. Karena dilaksanakan disela kegiatan rutin mengaji, sebagai bekal ketrampilan santri setelah selesai menimba ilmu di Ponpes.

Santri yang tingkat  SMP dan  SMA yang diajarkan  membuat replika pesawat terbang. Pesawat ini nantinya dikendalaikan menggunakan  remote kontrol,  sehingga  para  santri  selain  mondok memperbanyak ilu agama   juga  dilatih untuk  mendapakan pendapatan sendiri.

Dibawah  bimbingan  anggota  Polda  Jateng  Aiptu Sutrisno, para santiri ditargetkan dalam  waktu  empat  minggu  bisa menyelesaikan  lima  pesawat aeromodeling. Meski hanya diajarkan pembuatan dan perakitan pesawat saja, namun siswa sudah antusias sementara mesin masih didatangkan dari pabrik. Ada dua jenis mesing  pesawat yang dibuat yakni menggunakan  baterai  atau  aki kering dan  menggunakan bahan bakar.

“Dengan  menggandeng  santri , nantinya  setelah keluar dari pondok  mempunyai kemampuan dan ketrampilan khusus membuat pesawat aeromodeling ini. Sehingga  akan tercipta ekonomi kreatif di pondok pesantren juga  membesarkan koperasi  di pondok pesantren,” katanya.

Ditambahkan Sutrisno, olah  raga  aeromodeling   sudah masuk cabang olahraga,  sehingga dengan  adanya  home industri  replika pesawat terbang nantinya  tidak perlu  mencari sampai  luar kota.

Salah satu  santri yang  mengikuti pembuatan  pesawat aero modeling , Ahmad Akhirohmatul Khoiron mengatakan dalam pembuatan replika pesawat terbang ini ada  kesulitan ketika  membuat sayap. “Untuk membuat sayap butuh ketelitian dan kejelian dalam merakit  sayap karena harus seimbang,” ujanya.

Pengasuh Ponpes Al Ma”wa ,  Kyai Ahmad  Munawir mengatakan  di tengah pandemi  seperti ini  para santri di  berikan pelatihan  untuk membuat  pesawat  aero modeling  seminggu sekali. “Kegiatan ini tidak menganggu karena jadwalnya seminggu sekali. Saya senang  santri bisa belajar membuat pesawat ini sehingga  nantinya  bisa dipasarkan,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Datangi Rumah Warga, Bupati Dico Bagikan Beras dari ACT

Senin, 27 September 2021 | 16:28 WIB

Bubarkan Kerumunan dan Bagikan Masker di Pelabuhan Kendal

Minggu, 26 September 2021 | 11:55 WIB

Ulama Ikut Berperang Melawan Narkoba Lewat Ganas Annar

Minggu, 26 September 2021 | 11:31 WIB
X