Usaha Konveksi Kendal Terpuruk di Masa Pandemi

- Jumat, 29 Januari 2021 | 17:51 WIB
Usaha konveksi di Kendal merasakan dampak pandemi hingga omset turun 70%. (edi prayitno/kontributor kendal)
Usaha konveksi di Kendal merasakan dampak pandemi hingga omset turun 70%. (edi prayitno/kontributor kendal)

ROWOSARI, AYOSEMARANG.COM -- Usaha konveksi di Kendal mencoba bertahan di masa pandemi dengan produksi seadanya. Namun usaha rumahan ini kian terpuruk dan hanya mendapatkan omzet setengah dari kondisi biasa.
\nSeperti yang dirasakan Sutomo, salah satu pelaku usaha konveksi pakaian khusus wanita  dari Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari merasakan dampak pandemi hingga omzet turun 70%. 

“Dampaknya sangat besar pandemi ini bisa turun 70 % karena pasar sepi,” katanya.

AYO BACA : Pedagang Sayur akan Dipindah ke Terminal Bahurekso

Menurutnya, pemerintah membuat aturan yang  membingungkan pengusaha kecil,  salah satu  terkait  kesehatan warga harus selalu menerapkan protokol kesehatan. 

“Di sisi lain ada aturan pemberlakuan kerumunan  kegiatan masyarakat atau PPKM, sehingga jam buka dibatasi, orang beli berkerumun dibubarkan sehingga  aturan ini membingungkan bagi masyarakat kecil,” imbuhnya.

AYO BACA : Deteksi Kasus Covid-19, Polres Kendal Luncurkan Aplikasi Kendal Siaga

Ia mengatakan, rata-rata omzet dalam seminggu mencapai Rp40 juta, sekarang omzet maksimal dapat Rp20 juta saja. 

“Kiriman barang ke Jakarta sering terkendala angkutan dan pengetatan PSBB di wilayah Jabodetabek. Namun Alhamdulillah masih tertolong dengan penjualan online,” ujar Sutomo.

Sutomo menambahkan untuk saat ini masih bisa bertahan  saja sudah untung, artinya masih bisa memberdayakan  masyarakat untuk kerja sudah baik. 

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Covid-19 di Kendal Renggut 16 Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 18:41 WIB

Stok Vaksin Melimpah, Kendal Optimistis Penuhi Target

Kamis, 16 September 2021 | 12:44 WIB

Miris, Ribuan Tempat Ibadah di Kendal Belum Miliki IMB

Rabu, 15 September 2021 | 11:03 WIB
X