Hilangkan Trauma Korban KDRT, Bocah 7 Tahun Dapat Boneka Beruang dari Kapolres Kendal

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:40 WIB
Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto dan istri mendatangi kediaman ASR korban kekerasan dalam rumah tangga sambil membawa boneka beruang untuk menghilangkan trauma. (edi prayitno/kontributor Kendal)
Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto dan istri mendatangi kediaman ASR korban kekerasan dalam rumah tangga sambil membawa boneka beruang untuk menghilangkan trauma. (edi prayitno/kontributor Kendal)

PATEBON, AYOSEMARANG.COM -- Anak korban kekerasan ayahnya sendiri yang sempat mengalami luka bakar didatangi Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto dan istri. Kedatangan kapolres kali ini untuk memastikan kondisi psikis korban yang mengalami trauma dengan aksi nekad ayahnya sendiri yang mengajaknya bakar diri.

Sambil membawa boneka beruang berwarna pink, Kapolres Kendal bersama istri menyambangi rumah  anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon Kendal Sabtu 24 Juli 2021. Kedatangan kapolres bersama istri ini untuk melihat kondisi ASR perempuan berusia 7 tahun yang mengalami luka bakar saat ayahnya mencoba bakar diri.

Mendapat hadiah boneka beruang berukuran besar, anak korban kekerasan orangtuanya nampak senang. Istri kapolres yang juga dokter spesialis kulit juga melihat kondisi luka bakar ditubuh ASR. Didampingi ibu korban, kapolres dan istri mencoba menghibur agar rasa trauma anak bisa segera hilang.

Kapolres sangat prihatin dengan kasus bakar diri yang mengorbankan anaknya sendiri dan yang terpenting adalah mengembalikan psikis anak yang trauma dengan kejadian tersebut.

AYO BACA : Nekad! Tidak Mau Dicerai, Ayah di Kendal Ajak Anak Bakar Diri

“Yang sangat mendesak adalah menghilangkan trauma pada korban karena masih anak-anak. Ya  meski dengan sedikit hadiah setidaknya korban bisa melupakan kejadian yang menimpanya dan kembali bermain dengan teman-temannya,” jelasnya.

Pelaku pembakaran sendiri yang sempat dirawat di rumah sakit karena luka bakar kini masih menjalani pemeriksaan. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis yakni undang-undang perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara itu ibu korban, Ernawati Agusta mengatakan saat kejadian dirinya sedang perjalanan pulang dari bekerja di luar negeri.

“Suami saya memang kerap mengancam akan bakar diri bersama anaknya dan saat kejadian saya sedang dikarantina di bandara Soeukarno Hatta setelah pulang dari Hongkong,” katanya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Covid-19 di Kendal Renggut 16 Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 18:41 WIB

Stok Vaksin Melimpah, Kendal Optimistis Penuhi Target

Kamis, 16 September 2021 | 12:44 WIB
X