Ini Siasat Perajin Tahu di Kendal saat Harga Naik dan Imbas PPKM

- Jumat, 30 Juli 2021 | 11:50 WIB
Perajin tahu di Kendal mencoba bertahan di tengah naiknya harga bahan baku dan imbas perpanjangan PPKM level 4. (edi prayitno/kontributor Kendal)
Perajin tahu di Kendal mencoba bertahan di tengah naiknya harga bahan baku dan imbas perpanjangan PPKM level 4. (edi prayitno/kontributor Kendal)

BRANGSONG, AYOSEMARANG.COM -- Perajin tahu dan tempe di Kendal semakin terpuruk, setelah harga bahan baku terus meroket, perajin mengeluhkan sepi permintaan akibat dampak perpanjangan  PPKM level 4.

Pemilik rumah makan atau warung mengurangi pembelian tahu dan tempe sehingga produksi perajin banyak yang tidak laku.

AYO BACA : Harga Kedelai Impor Melejit, Perajin Tahu dan Tempe Menjerit

Seperti pabrik tahu milik Muzawir  di Desa Blorok Kecamatan Brangsong ini, lesunya ekonomi dampak pandemi covid-19 membuat ia terpaksa harus menekan biaya produksi  dengan mengurangi ukuran produk tahu miliknya.

Biasanya ia bisa memproduksi 6 sampai 7 kuintal atau sekitar 14 kilogram per tong. Namun selama PPKM pabriknya hanya mampu memproduksi 4 sampai 5 kuintal saja dengan jumlah produksi sekitar 12 kilogram per tong.

AYO BACA : Harga Kedelai Meroket, Banyak Perajin Tahu Tempe di Jateng Kolaps

“Berkurangnya permintaan pesanan dan langkanya kedelai juga turut andil menurunkan produksi. Kendati demikian agar bisa terus bertahan saya tetap tidak melakukan pengurangan karyawan. Hanya produksi dikurangi dan ukuran diperkecil untuk menekan kerugian,” jelas Muzawir Jumat 30 Juli 2021.

Dikatakan harga kacang kedelai yang terus naik membuat produsen tahu tidak berani memproduksi banyak, karena khawatir akan merugi.

“Belum lagi  lantaran di masa PPKM level 4 saat ini  daya beli masyarakat ikut menurun sehingga permintaan turun drastis,” imbuihnya.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

50% Santri di Kendal Sudah Dapatkan Vaksinasi Covid-19

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB
X