Komisi B DPRD Kendal: Optimalkan PAD dari Pasar Relokasi Weleri

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 19:35 WIB
Komis B DPRD Kendal melakukan sidak pembangunan Pasar Relokasi Weleri Selasa 03 Agustus 2021. (edi prayitno/kontributor Kendal)
Komis B DPRD Kendal melakukan sidak pembangunan Pasar Relokasi Weleri Selasa 03 Agustus 2021. (edi prayitno/kontributor Kendal)

GEMUH,AYOSEMARANG.COM -- Relokasi Pasar Weleri I yang dalam tahap pembangunan diharapkan bisa dioptimalkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

“Komisi B DPRD Kendal  berharap Dinas Perdagangan bisa mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui tambahan pendapatan dari pasar relokasi. Tidak hanya itu  pemerintah tidak menggratiskan semua biaya ketika pedagang sudah menempati brak pasar darurat. Dengan itu, PAD Kabupaten Kendal melalui retribusi pasar daerah tetap akan terjaga untuk pembangunan Kendal ke depan,” terang Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Sri Supriyati saat sidak pembangunan relokasi Pasar Weleri, Selasa 3 Agustus 2021.

Sidak ini untuk memastikan progres pembangunan pasar darurat di lokasi Terminal Bahurekso Gemuh berjalan lancar sebelum jatuh tempo yang telah ditentukan. Sidak juga untuk mengetahui sejauh mana keseriusan Dinas Perdagangan dalam menjalankan tugas untuk keberlangsungan para pedagang.

AYO BACA : PPKM Level 4 Diperpanjang di Semarang: Penutupan Jalan Sudah Dibuka, Mal Masih Tutup

"Kita tahu pedagang terimbas atas terbakarnya pasar Weleri beberapa waktu lalu. Namun, terkait visi misi Bupati Kendal bapak Dico untuk meningkatkan PAD, bagaimana dengan pasar semi relokasi ini. Kita tidak bisa kehilangan PAD, mohon kesadaran (pedagang, red) agar tidak semua minta dibebaskan. Kita tahu pendapatan retribusi pasar daerah di Kendal sekitar Rp1 miliar per tahun. Ini harus ditingkatkan, jangan sampai turun," imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan ini memastikan bahwa bangunan pasar darurat selesai pada Agustus ini. Dengan itu, para pedagang sudah bisa menempati pasar darurat pada awal September nanti.

Di lain sisi, Komisi D mendorong penuh pembangunan Pasar Induk Weleri yang terbakar bisa dikebut secepat mungkin. Tentunya dengan manajemen yang lebih bagus, dan dilengkapi dengan literasi digital sebagai alat pedagang memasarkan dagangannya lebih luas.

AYO BACA : Diduga Korupsi Dana Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, Mantan Lurah Banyutowo Ditahan Kejaksaan

"Nantinya ada 2.200 pedagang yang menempati di pasar semi darurat ini sambil menunggu pembangunan pasar induk Weleri dari APBN. Ke depan, kita cek terus progresnya agar tepat sesuai waktu yang sudah ditentukan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

50% Santri di Kendal Sudah Dapatkan Vaksinasi Covid-19

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB
X