Peringatan Dini Gelombang Tinggi 6 Meter 22-25 Juli

- Senin, 22 Juli 2019 | 14:08 WIB
Perahu nelayan menerjang ombak saat berangkat melaut di Pantai Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/7/2019). Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis pengumuman prakiraan cuaca gelombang tinggi terjadi di Laut selatan Jawa yang mencapai lebih dari tiga meter, nelayan di daerah tersebut tetap melaut. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.
Perahu nelayan menerjang ombak saat berangkat melaut di Pantai Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/7/2019). Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis pengumuman prakiraan cuaca gelombang tinggi terjadi di Laut selatan Jawa yang mencapai lebih dari tiga meter, nelayan di daerah tersebut tetap melaut. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi menyambangi sejumlah perairan Indonesia dengan tinggi gelombang 1,25-6 meter. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada. Demikian sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis BMKG, Senin (22/7/2019).

BMKG mengidentifikasi adanya pola tekanan rendah 1.008 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina dan sirkulasi di perairan Kepulauan Mentawai, Laut Natuna dan perairan Papua Barat. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 4-30 knot.

AYO BACA : BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Bali

Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur–tenggara dengan kecepatan 4-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Mentawai, perairan Banten selatan hingga Jawa Barat, Selat Makassar bagian selatan dan Laut Banda timur Sulawesi Tenggara.

Kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

AYO BACA : BMKG Minta Warga Halmahera Hindari Bangunan Rusak

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau kepada masyarakat terutama yang tinggal atau beraktivitas di pesisir seperti nelayan yang menggunakan perahu untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Selain itu, kewaspadaan juga penting untuk kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m, kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter agar selalu waspada.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

X