Pertamina Imbau Pembelian BBM Tidak Menggunakan Jeriken

- Senin, 22 Juli 2019 | 14:56 WIB
Pertamina Imbau Pembelian BBM Tidak Menggunakan Jeriken. (dok Pertamina)
Pertamina Imbau Pembelian BBM Tidak Menggunakan Jeriken. (dok Pertamina)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengimbau kepada seluruh konsumen BBM untuk menaati peraturan yang berlaku di SPBU. Salah satunya tidak dianjurkan menggunakan jeriken untuk mengisi BBM. Hal ini diungkapkan oleh Unit Manager Communication & Relations Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, Senin (22/7/2019).

Ia mengungkapkan dari hasil investigasi kejadian kebakaran di SPBU 44.562.09 Candiroto, Temanggung-Jawa Tengah, pada tanggal 1 Juli 2019, dapat disimpulkan bahwa penyebab utama kebakaran di SPBU tersebut adalah pengisian jeriken di dalam mobil yang bersinggungan dengan arus listrik statis. 

“Jika melihat hasil investigasi, dugaan penyebab kebakaran sebelumnya yang berasal dari sinyal telepon genggam tidak terbukti. Namun, tentunya kami tetap melarang penggunaan telepon genggam saat pengisian BBM berlangsung karena perangkat di dalam telepon genggam juga dapat menimbulkan listrik statis penyebab kebakaran,” ujar Andar. 

Ia menambahkan dari kejadian tersebut, terdapat 1 (satu) unit kendaraan dan 1 (satu) pulau pompa SPBU yang terbakar. Selain itu juga terdapat 1 (satu) korban luka berinisial F yang telah dirawat di Rumah Sakit dan saat ini telah pulang ke rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Saat ini, SPBU 44.562.09 yang berada di Candiroto, Temanggung-Jawa Tengah, masih berhenti beroperasi hingga perbaikan dispenser telah rampung sepenuhnya.

“Penghentian operasional SPBU ini juga merupakan salah satu bentuk pembinaan kami kepada pengelola sekaligus peningkatan kemampuan terhadap seluruh operator dan pengawas SPBU dalam penanggulangan kejadian kebakaran,” jelas Andar.

Ia memaparkan listrik statis merupakan keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan muatan listrik di suatu permukaan benda yang disebabkan antara lain karena terjadinya gesekan atau putaran. Listrik statis akan tetap berada di benda tersebut hingga hilang dengan melepaskan arus listrik tersebut ke permukaan benda lainnya.

"Salah satu contoh penghasil arus listrik statis adalah kain atau pakaian yang kita gunakan serta anggota tubuh yang bergesekan atau bersinggungan dengan benda penghasil arus listrik lainnya," jelasnya.

Dalam kejadian kebakaran di SPBU 44.562.09 Candiroto, Temanggung-Jawa Tengah, listrik statis menjadi penyebab utama karena saat pengisian jeriken di dalam mobil, uap BBM yang keluar dari nozzle memenuhi ruang kendaraan tersebut dan terjadi hubungan pendek arus listrik statis antara uap dengan sentuhan tangan saat memegang nozzle BBM

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Jokowi: Covid-19 Tak Turun, Ekonomi Tak Naik

Jumat, 17 September 2021 | 06:41 WIB

Mau Ikut Program Sertifikasi Halal? Berikut Syaratnya

Rabu, 15 September 2021 | 20:08 WIB
X