Warga Protes Pengerjaan Proyek Tol Cibitung-Cilincing

- Selasa, 23 Juli 2019 | 06:33 WIB
Spanduk penolakan Proyek Tol Cibitung-Cilincing Seksi IV, RW 02, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang dipasang oleh warga penggarap lahan yang menunutut ganti rugi. (ANTARA/Fianda Rassat)
Spanduk penolakan Proyek Tol Cibitung-Cilincing Seksi IV, RW 02, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang dipasang oleh warga penggarap lahan yang menunutut ganti rugi. (ANTARA/Fianda Rassat)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM--Puluhan warga menggelar protes terhadap pengerjaan Proyek Tol Cibitung-Cilincing Seksi IV yang tengah berjalan di dekat Kanal Banjir Timur, RW 02, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (22/7/2019). Warga tersebut merupakan penggarap lahan di area itu. Mereka merasa perjanjian terkait pengerjaan proyek telah dilanggar oleh PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek.

Mereka kemudian mendatangi pekerja proyek dan meminta operator alat berat yang sedang memasang tiang pancang untuk berhenti bekerja.

Ketua RW 02 Marunda, Irmansyah Yasin mengatakan, awalnya ada musyawarah yang baik antara pihak kontraktor proyek dengan warga soal pengerjaan tol itu.

Irmansyah menjelaskan awalnya pihak kontraktor mengatakan proyek itu hanya untuk pembangunan badan jalan selebar 10 meter dengan panjang sekitar 300 meter, dan jika ada pekerjaan tambahan warga akan kembali diajak bermusyawarah.

AYO BACA : Dua Jemaah Terluka saat Cium Hajar Aswad, PPIH: Jangan Paksakan

\"Tetapi faktanya adalah begitu badan jalan ini jadi mereka tidak ada musyawarah lagi. Bahkan tidak ada itikad baik sama sekali, mereka main pakai-pakai saja yang namanya lahan masyarakat,\" tutur Irmansyah di lokasi.

Dia mengatakan salah satu keberatan utama warga adalah melebarnya proyek pembangunan hingga ke lahan garapan warga. Irmansyah menyebut hal itu sudah berlangsung sejak awal Mei 2019.

Irmansyah menilai proses pembangunan ini telah mencaplok lahan seluas lima hektare yang digarap oleh 14 warga penggarap. Lahan tersebut sebelumnya digunakan oleh warga sebagai empang yang menjadi mata pencaharian utama mereka.

\"Kerugian yang dirasakan masyarakat ya tambak. Karena ini adalah tambak aktif warga makan ya dari empang ini. Total tambak ada 14, luas kurang lebih lima hektare,\" tuturnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Survei: 70 Persen Masyarakat Merasa Tidak Butuh Vaksin

Jumat, 17 September 2021 | 07:41 WIB

Jokowi: Covid-19 Tak Turun, Ekonomi Tak Naik

Jumat, 17 September 2021 | 06:41 WIB
X