ACT Tanggapi Berita Hoax dengan Aksi Nyata

- Selasa, 23 Juli 2019 | 15:36 WIB
Bantuan Aksi Cepat Tanggap (ACT). (dok)
Bantuan Aksi Cepat Tanggap (ACT). (dok)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyesalkan adanya informasi tidak akurat yang beredar di publik. Informasi itu berisi fitnah yang menyebut ACT terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. 

"Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat," kata Vice President Aksi Cepat Tanggap, Ibnu Khajar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2019).

Ibnu Khajar menjelaskan, ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi dari berbagai mitra. Ia menyatakan ACT tersertifikasi oleh pemerintah. 

AYO BACA : MRI-ACT Siapkan Bantuan Ribuan Air Bersih di Jateng

"Kami menyalurkan bantuan ke tempat-tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani (lokasi bencana di Indonesia), dan berbagai lokasi lainnya," katanya.

Ibnu Khajar menjelaskan, donasi dari mitra disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau-pulau terpencil (Tepian Negeri). Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah diantaranya, sarana sekolah (pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar kelas/moubeler), perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa dan bantuan operasional guru. Bentuk bantuan program bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Ia menghimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group tersebut. 

AYO BACA : ACT Bantu Ratusan Keluarga Korban Gempa di Halmahera

“Prinsip dasarnya adalah kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Survei: 70 Persen Masyarakat Merasa Tidak Butuh Vaksin

Jumat, 17 September 2021 | 07:41 WIB

Jokowi: Covid-19 Tak Turun, Ekonomi Tak Naik

Jumat, 17 September 2021 | 06:41 WIB
X