Survei KedaiKOPI Sebut 39,8 Persen Responden Tak Setuju Pemindahan Ibu Kota

- Selasa, 27 Agustus 2019 | 06:56 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) dan pejabat terkait (dari kiri) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) dan pejabat terkait (dari kiri) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Hasil survei Lembaga Survei KedaiKOPI menyebutkan 39,8 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap perpindahan ibu kota. Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan lokasi rencana kepindahan ibu kota.

Survei yang dilakukan pada 14-21 Agustus 2019 itu menunjukkan yang setuju sebesar 35,6 persen dan 24,6 persen memilih untuk tidak beropini, Selasa (27/8/2019).

Survei juga menemukan bahwa 95,7 persen responden yang berasal dari DKI Jakarta mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap kepindahan ibu kota.

AYO BACA : Pemindahan Ibu Kota Negara, Pengamat: Tak Membawa Implikasi Hukum Signifikan

Sementara 48,1 persen responden dari Pulau Kalimantan menyatakan setuju terhadap rencana perpindahan ibu kota. Responden dari Pulau Sulawesi memiliki persentase terbesar untuk persetujuan terhadap rencana pindahnya ibu kota dengan 68,1 persen sepakat ibu kota pindah.

Penduduk DKI Jakarta tentu saja yang paling terdampak dari rencana perpindahan ini, tidak mengherankan jika mereka paling banyak yang tidak setuju, kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Wibowo.
\n 
\nKunto menambahkan bahwa belum adanya kejelasan tentang apa yang akan terjadi di DKI Jakarta setelah perpindahan ibu kota dan minimnya informasi tentang usaha pemerintah untuk meminimalisir dampak negatif kepindahan Ibu kota dari Jakarta menyebabkan ketidakpastian yang memicu reaksi negatif dari penduduk Jakarta.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan pengumuman lokasi baru ibu kota Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, hanya menjadi wacana jika tanpa ada persetujuan dari DPR RI.
\n 
\nHendri menambahkan ada tiga alasan mengapa Presiden Jokowi mengumumkan lokasi ibu kota baru Indonesia yang baru. Pertama, ingin cepat memberikan legacy kepada Indonesia. Kedua, sudah percaya diri bahwa DPR akan menyetujui rencana ini melihat komposisi perolehan kursi koalisi pemerintah yang di atas 50 persen.

AYO BACA : Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim Paling Lambat 2024

Ketiga, kajian mengenai pemindahan ibu kota yang sudah lengkap dan menyeluruh.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

PERHATIKAN, Begini Cara Cetak Kartu Ujian SKD CPNS 2021

Jumat, 17 September 2021 | 17:53 WIB

SYARAT LULUS, Ini Nilai Ambang Batas SKD CPNS 2021

Jumat, 17 September 2021 | 15:31 WIB
X