Bupati Sambut Baik Pemindahan Ibu Kota ke Kutai Kartanegara

- Selasa, 27 Agustus 2019 | 08:58 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

SAMARINDA, AYOSEMARANG.COM-- Rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke dua tempat di Provinsi Kalimantan Timur mendapat sambutan baik dari Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Menurutnya, pemindahan Ibu Kota ke Kaltim merupakan pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan pemerataan pembangunan nasional.

Sebab, secara geografis, Kaltim berada di tengah-tengah wilayah Indonesia, sehingga akan memudahkan koordinasi Pemerintah Pusat dengan wilayah seluruh Indonesia.

Di sisi lain, dikatakan Edi, dampak percepatan pembangunan yang terfokus di Kaltim, akan dirasakan oleh wilayah di sekelilingnya, seperti wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Kita sangat berterima kasih kepada bapak presiden, bapak Jokowi, bahwa langkah kebijakan ini, kalau versi kita di Kalimantan sangat tepat, karena selama ini yang dibangun pulau Jawa,” ungkap Edi di Tenggarong, Selasa (27/8/2019).

Edi Damansyah menyampaikan, selama 74 tahun Indonesia merdeka, jalan trans Kalimantan belum tertata dengan baik.

Kita berharap jalan trans Kalimantan bisa dibangun dengan baik, sehingga perputaran ekonomi bisa lebih cepat, ujarnya.

AYO BACA : KAI Tutup Pelintasan Liar di Karawang Lokasi Kecelakaan Bus-Kereta Api

Menurut Edi, selama ini kontribusi Kutai Kartanegara dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dihasilkan untuk negara mencapai Rp143 triliun, sedangkan dari Dana Bagi Hasil (DBH), Kutai Kartanegara hanya kebagian Rp3 triliun.

Kami ingin kebijakan ini selain mendukung pertumbuhan juga memberikan kesejahteraan bagi rakyat, pungkasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

PERHATIKAN, Begini Cara Cetak Kartu Ujian SKD CPNS 2021

Jumat, 17 September 2021 | 17:53 WIB

SYARAT LULUS, Ini Nilai Ambang Batas SKD CPNS 2021

Jumat, 17 September 2021 | 15:31 WIB
X