Berniat Jemput Ibu, Santri Ponpes Ditusuk Preman Bertato

- Sabtu, 7 September 2019 | 14:15 WIB
Petugas Satuan Reskrim Polresta Cirebon, Jawa Barat, mengecek TKP penusukan yang mengakibatkan seorang santri meninggal dunia, Sabtu (7/9/2019). ANTARA/Khaerul Izan
Petugas Satuan Reskrim Polresta Cirebon, Jawa Barat, mengecek TKP penusukan yang mengakibatkan seorang santri meninggal dunia, Sabtu (7/9/2019). ANTARA/Khaerul Izan

KESAMBI, AYOSEMARANG.COM -- Seorang santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, tewas setelah ditusuk seseorang yang diduga preman saat menanti kedatangan sang ibu.

Berdasarkan informasi, santri bernama Mohamad Rozian (17), diduga tewas pasca seorang pria bertato yang disebut-sebut preman menusuknya dengan pisau.

Kejadian itu berlangsung kala Rozian sedang menunggu ketibaan sang ibu dari Kalimantan Selatan di Jalan Cipto Mangunkusumo, sekitar depan Bank Mandiri Syariah, Kota Cirebon, Jumat (6/9/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

AYO BACA : Seorang Tersangka Kasus Video Mesum Vina Garut Meninggal Dunia

Rozian, remaja kelahiran Banjarmasin itu, menanti sang ibu ditemani salah seorang kawannya dari pondok pesantren yang sama, QZ.

Saat sedang duduk menunggu di tepi jalan di depan Bank Mandiri Syariah, dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor matic menghampiri keduanya.

Salah seorang di antara orang tak dikenal itu menghampiri Rozian dan QZ. Dari keterangan saksi, diketahui orang tak dikenal itu mengenakan kaos berwarna putih dan bercelana jins. Leher kanan maupun kiri serta seluruh bagian tangan orang itu dihiasi tato.

AYO BACA : TKI Asal Purwakarta Meninggal Dunia di Arab

Pelaku yang diduga pria tersebut tiba-tiba menuduh Rozian telah memukuli seorang temannya. Diduga, jawaban korban yang mengaku tak tahu menahu maksud pertanyaan itu, tak memuaskan orang bertato tersebut.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Panglima Kostrad Ungkap Alasan Hilangnya Diorama G30S PKI

Selasa, 28 September 2021 | 15:19 WIB
X