2.600 Mahasiswa Papua Pulang Jadi Beban Sosial

- Senin, 14 Oktober 2019 | 09:59 WIB
Sejumlah mahasiswa asal Papua membawa spanduk dalam aksi damai di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (4/10/2019). Aksi dari Gabungan Mahasiswa Papua se-Jabodetabek yang bertajuk Bumi Cendrawasih Simbol Perdamaian dan Persaudaraan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif di Indonesia, khususnya Papua dan Papua Barat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Sejumlah mahasiswa asal Papua membawa spanduk dalam aksi damai di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (4/10/2019). Aksi dari Gabungan Mahasiswa Papua se-Jabodetabek yang bertajuk Bumi Cendrawasih Simbol Perdamaian dan Persaudaraan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif di Indonesia, khususnya Papua dan Papua Barat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.

TIMIKA, AYOSEMARANG.COM-- Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw menyebut kepulangan mahasiswa dan pelajar dari berbagai kota studi di Indonesia menjadi beban sosial bagi pemerintah daerah. Ia menyebut, ada sebanyak 2.600 pelajar yang pulang. 

Adik-adik pelajar dan mahasiswa yang sudah kembali ke Papua saat ini tercatat 2.600 orang. Untuk apa mereka pulang? Ini menjadi beban sosial, kata Irjen Pol. Paulus saat dihubungi dari Timika, Senin (14/10/2010).

Kapolda mengatakan bahwa para pelajar dan mahasiswa merupakan kelompok yang paling rentan disusupi dan dipengaruhi oleh pihak-pihak yang mempunyai keinginan dan agenda-agenda tertentu di Papua sekarang ini.

Menurut Kapolda, pelajar dan mahasiswa itu sudah diperintahkan untuk kembali ke kota studi masing-masing. Akan tetapi, mereka tidak mau kembali. Mereka diundang oleh Gubernur Papua Lukas Enembe tetapi mengembalikan undangan itu kepada Gubernur di depan semua pejabat Forkopimda Provinsi Papua.

AYO BACA : Menikmati Keindahan Candi Ngempon, Candi Hindu di Kabupaten Semarang

Ada apa ini? Di sisi lain mereka terus mendengungkan berbagai permasalahan yang terjadi, sekecil apa pun melalui jalur-jalur komunikasi yang mereka punya. Ini nyata, kata Paulus.

Sehubungan dengan hal itu, Kapolda mengingatkan jajaran kepolisian di semua daerah di Papua agar lebih waspada dan peka terhadap perkembangan situasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Ada informasi sekecil apa pun, desas-desus, isu-isu yang bertebaran di media sosial, kasih input kepada teman-teman untuk mengantisipasinya, ujarnya.

Guna mengamankan situasi di seluruh wilayah Provinsi Papua, kata Kapolda, Mabes Polri mengirim ratusan personel Brimob yang merupakan BKO dari 13 polda se-Indonesia untuk ditugaskan di sejumlah daerah rawan di wilayah provinsi ujung timur Indonesia itu.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Rekomendasi 4 Anime Action Series di Netflix

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:15 WIB
X