Jika Jadi Menag, Rektor UIN Suka Siap Sertifikasi Khatib

- Rabu, 16 Oktober 2019 | 14:36 WIB
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi di sela acara Pembukaan Peringatan Hari Santri Nasional di Gedung Prof Dr H M Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi di sela acara Pembukaan Peringatan Hari Santri Nasional di Gedung Prof Dr H M Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

YOGYAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi punya mimpi jika dipilih sebagai Menteri Agama (Menag) dalam Kabinet Kerja Jilid II. Ia mengaku siap mewujudkan program sertifikasi khatib atau penceramah salat Jumat untuk memberantas radikalisme.

Pada Juli 2019, Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menyepakati dua nama untuk diajukan menjadi calon Menag. Calon pertama adalah dirinya selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga, calon kedua adalah Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Fauzul Iman.

Misalnya, kalau bener ini ya, saya belum tahu kan, tunggu beberapa hari lagi. Tapi andai kata benar saya jadi menteri (Menag) itu akan saya sertifikasi para khatib, kata Yudian di sela acara Pembukaan Peringatan Hari Santri Nasional di Gedung Prof Dr H M Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (16/10/2019).

AYO BACA : Politisi Partai Demokrat Sebut AHY Siap Ditunjuk Jadi Menteri

Menurut Yudian, penceramah di masjid-masjid BUMN harus mendapatkan izin dari pemerintah. Demikian juga dengan penceramah di masjid-masjid sekolah negeri mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Kita akan tertibkan, tidak bisa lagi hanya main sepihak. Andai kata benar (menjadi Menag) lho itu, akan bekerja sama dengan kepolisian dan sebagainya, kata dia.

Menurut Yudian, program itu memang hanya bisa ia wujudkan apabila dirinya dipilih sebagai Menag. Kendati siap menjalankan tugas sebaik-baiknya jika menjabat Menag, ia menegaskan tidak akan pernah melakukan lobi-lobi politik untuk masuk kabinet.

AYO BACA : Pengamat Harapkan Jokowi Pilih Menteri yang Paham Pendidikan

Kalau tidak Menag nanti saya didalili (diceramahi dengan dalil). Kalau tidak Menag tidak punya otoritas untuk itu, kata dia.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

X