Pakar Protes Staf Khusus Presiden dari Kalangan Milenial

- Minggu, 24 November 2019 | 16:23 WIB
Presiden Jokowi mengumumkan tujuh staf khusus baru di Istana Merdeka, Jakarta. (Suara.com/Ummi Saleh)
Presiden Jokowi mengumumkan tujuh staf khusus baru di Istana Merdeka, Jakarta. (Suara.com/Ummi Saleh)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyatakan, Presiden Joko Widodo semestinya mengangkat staf khusus dari kalangan ahli. Bukan dari kalangan milenial. Terlebih, lanjutnya, jika peran staf hanya untuk memberikan opini kepada presiden.

Refly menilai jika peranan staf khusus dari kalangan milenial itu hanya untuk memberikan opini, lebih baik Jokowi memilih kalangan ahli tanpa harus mengikat dengan jabatan sebagai staf khusus. Apalagi, sampai mendapatkan gaji dengan nilai yang cukup besar yakni Rp 51 juta.

AYO BACA : Forum Diskusi Bulanan Unika Bahas Pembangunan Jembatan Estetika

Kalau hanya itu, lebih baik presiden dibantu oleh ahli-ahli yang tidak perlu diikat oleh jam kerja, cukup diikat kode etik, tidak perlu diberikan kompensasi puluhan juta, cukup diberikan honor ketika pendapat mereka diminta, tapi mimbar akademik mereka tidak boleh diganggu, kata Refly saat ditemui di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).

Selain itu, Refly pun menilai staf khusus milenial tersebut pun belum tentu memberikan masukan yang sesuai dengan Jokowi. Sebab mereka dianggap Refly belum tentu memiliki keahlian di bidangnya.

AYO BACA : Sampaikan Aspirasi Melalui E-Polling Jateng

Belum tentu presiden dapat masukan yang sesuai, mereka kan belum tentu ahli dalam bidangnya. Presiden juga tidak butuh pendapat mereka setiap hari dan setiap saat. Lebih baik presiden melibatkan mereka dalam waktu-waktu tertentu saja saat dibutuhkan, ujarnya.

Refly pun menambahkan sebaiknya Jokowi juga turut mempertimbangkan anggaran biaya gaji yang diberikan kepada staf khusus milenial hingga puluhan juta tersebut. Sebab, bagaimana pun gaji yang diberikan kepada mereka bersumber dari uang rakyat.

Presiden juga harus bisa menghitung uang yang dikeluarkan sesuai nggak sama manfaat yang dihasilkan oleh mereka. Soalnya ini uang rakyat, tandasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

COBA PERLAHAN, Ini Kode Redeem FF Rabu 27 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:19 WIB

Awas, 7 Jajanan Ini Bisa Bikin Generasi 90an Nostalgia

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:55 WIB

Berikut Tim yang akan Berlaga di M3 World Championship

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:20 WIB

7 Penentu Kelolosan Kartu Prakerja Gelombang 22

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:04 WIB

Tips Aman dan Nyaman Berkendara saat Musim Hujan

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:57 WIB

Cuci Motor Jangan Sembarangan, Berikut Tipsnya

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:13 WIB
X