Indonesia Dihapus dari Daftar Negara Berkembang, Begini Kata Sri Mulyani

- Selasa, 25 Februari 2020 | 07:26 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Achmad Fauzi)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Achmad Fauzi)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Indonesia dihapus dari daftar negara berkembang oleh Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (AS).

Menurut AS, Indonesia sudah berstatus negara maju sehingga tidak lagi mendapat perlakuan istimewa dalam perdagangan. 

Salah satunya, Indonesia tidak mendapat manfaat insentif Generalized System of Preferences (GSP) AS untuk produk ekspor.

Berdasarkan aturan internal AS terkait GSP, fasilitas tersebut hanya diberikan kepada negara-negara yang mereka anggap sebagai LDC's dan negara berkembang.

AYO BACA : Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Sri Mulyani Lakukan 3 Cara Ini

Menteri Keuangan Sri Mulayani santai menghadapi hal tersebut. Dia mengatakan, hanya sebagian kecil komoditas ekspor Indonesia yang menikmati fasilitas tersebut.

"Sebetulnya pengumumannya itu lebih kepada counter feeling duty. Selama ini, hanya 5 komoditas ekspor Indonesia yang menikmati hal itu, jadi tak terlalu besar,” kata Sri Mulyani, seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (25/2/2020).

Sri Mulyani menegaskan, tak sedikit pun mengkhawatirkan status baru Indonesia. Apalagi, pendapatan Indonesia kekinian pada taraf menengah.

"Indonesia selama ini sudah berpendapatan menengah, jadi harus terus meningkatkan aspek kompetitif saja. Ini yang menjadi perhatian presiden,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Rekomendasi 4 Anime Action Series di Netflix

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:15 WIB
X