Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Terapkan New Normal

- Jumat, 29 Mei 2020 | 06:32 WIB
Ilustrasi, orang-orang di jalan memakai masker (shutterstock)
Ilustrasi, orang-orang di jalan memakai masker (shutterstock)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Pemerintah Indonesia tengah mewacanakan konsep new normal atau fase kehidupan baru setelah pandemi Covid-19. Dalam fase ini, masyarakat harus beradaptasi dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus.

Namun, sebelum pemerintah menerapkan new normal, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Pemerintah diminta tidak terburu-buru membuat kebijakan tersebut sementara penularan virus masih terjadi.

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (FKM UNAIR), Laura Navika Yamani mengatakan, sebelum menerapkan new normal pemerintah perlu memonitoring penyebaran Covid-19. Pemerintah, katanya, harus memastikan angka penularan turun secara stabil.

"Jadi kalau menurut saya perlu ada monitoring dulu, apakah betul-betul penurunan kasusnya stabil atau tidak. Harus dipastikan betul jangan sampai seperti negara-negara yang sudah membuka lockdown, malah ditemukan kasus baru," kata Laura, seperti dikutip dari Ayojakarta, Kamis (28/5/2020).

AYO BACA : Sosiolog: Konsep The New Normal Sulit Diterima Masyarakat Indonesia

Lebih lanjut dia memaparkan, monitoring terhadap penularan Covid-19 tidak bisa dilakukan secara instan. Artinya, pengawasan perlu dilakukan paling tidak selama sebulan. Jika kasus Covid-19 menurun secara signifikan dan stabil, barulah new normal bisa diterapkan.

"Jadi kalau di Indonesia masih belum stabil untuk penurunan. Kalau diklaim sudah turun, harus dipastikan kasus yang menurun itu apakah konsisten atau tidak. Paling enggak dipantau selama 14 hari. Jadi kalau cuma penurunan dalam seminggu itu belum cukup. Bahkan pemantauan mungkin harus sebulan. Jangan terburu-buru," jelasnya.

Dia mencontohkan penurunan kasus yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta yang sempat turun. Namun, pasca Lebaran, justru terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Ibu Kota. Oleh karena itu, dia kembali mengingatkan pentingnya monitoring.

"DKI mewacanakan mau memberlakukan new normal. Jadi karena beberapa saat DKI itu kan sudah mulai melandai kasusnya, terus kalau dihitung RT (angka reproduksi) kurang dari 1. Tapi sekarang sempat naik lagi saat puasa dan Lebaran itu kan. Nah ini yang perlu dimonitoring terlebih dahulu," ujarnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Peserta Wajib Tahu, Ini Ambang Batas SKD CPNS 2021

Selasa, 21 September 2021 | 17:15 WIB

BEGINI Cara Batasi Akses Lokasi di PeduliLindungi

Selasa, 21 September 2021 | 16:24 WIB

Apakah Ada Kartu Prakerja Gelombang 22? Ini Bocorannya

Selasa, 21 September 2021 | 15:02 WIB
X