Subsidi Gaji Belum Cair? Menaker Ida Fauziyah Ungkap Kendalanya

- Senin, 5 Oktober 2020 | 11:04 WIB
Ilustrasi Subsidi gaji (istimewa)
Ilustrasi Subsidi gaji (istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Sebanyak 10,7 juta warga Indonsia yang merupakan pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dipastikan menjadi penerima bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan subsidi upah (BSU) subsidi gaji Rp1,2 juta dari pemerintah.

Angka tersebut terdiri dari penerima subsidi upah tahap 1 hingga tahap 4 dengan rincian, tahap 1 sebanyak 2,4 juta orang penerima atau sekitar 99,38%, lalu tahap 2 sebanyak 2,98 juta orang penerima atau sekitar 99,38%. Tahap 3 sebanyak 3,4 juta orang penerima atau 99,32%. Kemudian, tahap 4 sebanyak1,2 juta atau sekitar 46,45%.

Jika dipresentasikan, angka 10,7 juta orang penenerima tersebut mencapai 87,35% pekerja sudah menerima subsidi gaji dari total penerima tahap 1 hingga tahap 4 sebanyak 11,6 juta orang pekerja. Artinya, masih ada sekitar 1,6 juta penerimasubsidi gaji tahap 1 hingga tahap 4 belum cair.

AYO BACA : Deretan Fakta Mengenai Pencairan Subsidi Gaji Pekerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengakui masih ada kendala yang dihadapi sehinga seluruh dana subsidi gaji belum tersalurkan seluruhnya.

“Pertama, terjadi duplikasi rekening. Kemudian, rekening tutup, rekening pasif, tidak valid, dibekukan, rekening tidak sesuai dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan), dan tidak terdaftar di kliring,” kata Ida dalam telekonferensi pers, Kamis (1/10/2020).

Meski menghadapi kendala, Ida memastikan Kementerian Ketengakerjaan sudah berkoordinasi dengan BPJamsostek untuk kembali melakukan validasi data, melakukan koordinasi dengan bank penyalur mengenai rekening bermasalah.

AYO BACA : Obat Covid-19 dari Bekasi Siap Dipasarkan Pekan Depan

“Kami juga membuat posko pengaduan dan sistem cek data calon penerima yang kami lakukan secara online melalui portal sisnaker,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Wawancara Kerja? Hindari Beberapa Hal Sepele Ini

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:19 WIB

RESMI! Harga Tes PCR di Jawa-Bali Jadi Rp275.000

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:07 WIB
X