Ini Dampak Jika Cukai Naik, Mulai Hancurnya Petani Tembakau hingga Regulasi Pro Asing

- Minggu, 1 November 2020 | 14:15 WIB
[Ilustrasi] Petani tembakau. (dok)
[Ilustrasi] Petani tembakau. (dok)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM --Berbagai stakeholders dari kalangan kepala daerah, petani tembakau, buruh industri tembakau, legislator DPR, akademisi, hinga pelaku industri hasil tembakau menolak rencana kenaikan cukai hasil tembakau (CHT). Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan rencana kenaikan HHT pada pekan depan.

Sigit Budiono, petani tembakau Magelang, Jawa Tengah mengaku, pihaknya sangat bangga hidup di Indonesia. Apalagi dengan adanya pemimpin negara yang baik dan bijaksana.

Sigit menengarai, kebijakan cukai naik tiap tahun itu diduga masih ada para pembuat kebijkan di negeri ini yang selalu ‘mengimpor’ kebijakan dari luar negeri, WHO, dan sebagainya. Sehingga, kebijakannya tidak murni melindungi aset strategis pertembakauan di Indonesia. 

Menurut Sigit, rokok kretek Indonesia sudah ada sejak nenek moyang, bahkan sejak kerajaan Majapahit. Adanya rencana kenaikan cukai tahun depan, menurut Sigit, akan menghancurkan kelangsungan hidup petani tembakau dengan dalih kesehatan.

“Karena itulah petani tembakau Magelang menolak dengan keras rencana kenaikan kenaikan CHT mendatang,” kata Sigit dihubungi, Minggu (01/11).

AYO BACA : Kemenkes Bantah Kabar Menteri Terawan Positif Covid-19

Sikap penolakan rencana kenaikan cukai juga diserukan oleh Tarwidi, kepala desa Candisari, kecamatan Bansari, Temanggung.

“Kepada yang terhormat Presiden Joko Widodo. Mohon ijin menyampaikan satu hal. Saat pilpres 2019, 99% masyarakat kami mendukung dan memilih pak Jokowi. Kedua, 90% lebih masyarakat kami adalah petani tembakau. Untuk itu kami mohon kepada bapak Presiden Jokowi untuk tidak menaikan cukai tembakau. Karena cukai yang dinaikan kembali sudah membuat kami menderita. Di Temanggung, hasil pertanian kami hanya pertanian tembakau. Hasil pertanian lain sangat tidak bisa menopang kehidupan masyarakat kami,” ungkap Tarwidi.

Ketua DPC APTI Wonosobo, Ristomoyo berpandangan, di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada keterpurukan ekonomi masyarakat, pemerintah malah menaikan cukai rokok.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

COBA PERLAHAN, Ini Kode Redeem FF Rabu 27 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:19 WIB

Awas, 7 Jajanan Ini Bisa Bikin Generasi 90an Nostalgia

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:55 WIB

Berikut Tim yang akan Berlaga di M3 World Championship

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:20 WIB

7 Penentu Kelolosan Kartu Prakerja Gelombang 22

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:04 WIB

Tips Aman dan Nyaman Berkendara saat Musim Hujan

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:57 WIB

Cuci Motor Jangan Sembarangan, Berikut Tipsnya

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:13 WIB
X