JATAM Sebut UU Cipta Kerja Kue Ketiga untuk Oligarki dari Jokowi

- Selasa, 3 November 2020 | 15:12 WIB
Presiden Jokowi tiba di Pangkalan TNI AU Haluoleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020) / Foto : Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi tiba di Pangkalan TNI AU Haluoleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020) / Foto : Sekretariat Presiden)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Manajer Kampanye Jaringan Anti Tambang (Jatam) Melky Nahar memandang UU Cipta Kerja merupakan 'kue' ketiga untuk oligarki dari Presiden Joko Widodo. Menurut Melky, hal itu sudah terbaca sejak Pilpres 2019. 

Tak ada yang perlu dikagetkan sih. Jadi, UU Cipta Kerja ini, semacam 'kue' ketiga dari Jokowi kepada oligarki, sebelumnya UU KPK dan UU Minerba, kata Melky sebagaimana dikutip Suara.com, Selasa (3/11/2020).

Presiden Jokowi telah resmi meneken Undang-undang Cipta Kerja tersebut dengan Nomor 11 Tahun 2020.

AYO BACA : Survei IPO: 10 Menteri yang Harus Diganti, Mulai Terawan hingga Nadiem

Melky menjelaskan kepentingan oligarki di lingkaran Jokowi kentara terlihat sejak mantan Wali Kota Solo tersebut kembali maju ke ajang pemilihan presiden untuk yang kedua kalinya.

Menurutnya kala itu sudah muncul beragam dugaan kuatnya lingkaran oligarki di sekeliling Jokowi.

Seperti dugaan dana kampanye yang berasal dari korporasi tambang maupun tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang berisikan pebisnis tambang.

AYO BACA : DKI Jakarta Naikkan UMP 2021 3,27%, Sektor Usaha Tumbuh saat Pandemi

Kemudian juga terlihat bagaimana Jokowi begitu dinginnya dalam menghadapi masalah rusaknya lingkungan karena tambang.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Dilamar Gangga Kusuma, Ini Deretan Mantan Pacar Awkarin

Selasa, 30 November 2021 | 18:19 WIB

Mengejutkan, Lesti Kejora Izinkan Rizky Billar Poligami

Selasa, 30 November 2021 | 15:38 WIB
X