Istana Akui Ada Kesalahan Penulisan dalam UU Cipta Kerja Ada

- Selasa, 3 November 2020 | 15:29 WIB
Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan), mendatangi Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (27/7/2019). [Suara.com/Putu Ayu Palupi]
Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan), mendatangi Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (27/7/2019). [Suara.com/Putu Ayu Palupi]

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Ada kesalahan penulisan dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/10/2020) malam.  Hal itu diakui Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Namun kekeliruan tersebut bersifat teknis administratif sehingga tidak berpengaruh terhadap implementasi UU Cipta Kerja, kata Pratikno kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Kata Pratikno, kekeliruan tersebut menjadi catatan Kemensesneg untuk menyempurnakan kendali kualitas terhadap UU. Ia berharap kesalahan teknis tersebut tidak terulang di kemudian hari.

Kekeliruan teknis ini menjadi catatan dan masukan bagi kami untuk terus menyempurnakan kendali kualitas terhadap RUU yang hendak diundangkan agar kesalahan teknis seperti ini tidak terulang lagi, tutur Pratikno.

Lebij lanjut, Pratkno menyebut setelah menerima berkas RUU Cipta Kerja dari DPR, pihaknya akan menyampaikan kepada Sekretariat Jenderal DPR untuk disepakati perbaikannya karena ditemukan kekeliruan.

AYO BACA : Jokowi Minta Penerima Beasiswa LPDP Bantu Promosikan Indonesia di Luar Negeri

Setelah menerima berkas RUU Cipta Kerja dari DPR, Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan review dan menemukan sejumlah kekeliruan yang bersifat teknis. Kemensetneg juga telah menyampaikan kepada Sekretariat Jenderal DPR untuk disepakati perbaikannya, katanya.

Untuk diketahui, setelah resmi diundangkan, UU Cipta Kerja kembali menuai kritikan dan sorotan karena terjadi kejanggalan dan kesalahan penulisan.

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menyayangkan kesalahan yang masih terdapat dalam naskah UU Ciptaker yang sudah diteken Jokowi. Pasalnya kesalahan itu menambah panjang praktik buruk terhadap legislasi UU Ciptaker.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

3,5 Juta Dosis Vaksin Tiba di Indonesia

Minggu, 28 November 2021 | 12:40 WIB
X