Investasi Miras Membuat Beban Ekonomi Negara Lebih Besar

- Senin, 1 Maret 2021 | 11:14 WIB
Ilustrasi, pembukaan investasi miras justru akan membuat beban ekonomi yang ditanggung negara akibat minuman keras lebih besar. (Istimewa)
Ilustrasi, pembukaan investasi miras justru akan membuat beban ekonomi yang ditanggung negara akibat minuman keras lebih besar. (Istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Pembukaan investasi minuman keras akan memberi dampak ekonomi yang besar dibantah Ekonom Indef Dradjad Hari Wibowo.

Pembukaan investasi miras justru akan membuat beban ekonomi yang ditanggung negara akibat minuman keras lebih besar.

“Saya kira tidak benar kalau manfaatnya lebih besar dari mudharatnya. Biaya yang dikeluarkan negara akan lebih besar dibanding manfaat ekonominya. Ini berdasar riset ya, bukan perkiraan asal-asalan,” kata Dradjad, Senin (1/3/2021).

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 10 tahun 2021 tentang bidang usaha penanaman modal, yang di dalamnya mengatur tentang pembukaan investasi minuman keras (miras).

Dengan adanya investasi, kata Dradjad, perusahaan tentu ingin mendapatkan keuntungan yang bagus. Sehingga mereka akan mengupayakan agar banyak orang yang mengonsumsi minuman beralkohol.

AYO BACA : Legalitas Miras, Oplosan Bisa Makin Marak

“Supplay akan menciptakan permintaan,” jelas dia.

Kondisi ini akan membuat konsumsi minuman beralkohol meningkat. Sehingga akan ada sekelompok masyarakat yang konsumsi alkoholnya berlebihan.

“Ini berdasar pengalaman dari berbagai negara di dunia,” kata Dradjad, yang juga Ketua Dewan Pakar PAN.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

AKHIR PEKAN, Klaim Kode Redeem ML 24 Oktober 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:24 WIB

YUK MERAPAT, Ini List Kode Redeem ML 23 Oktober 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:50 WIB

RRQ vs ONIC di Final Upper Bracket MPL Season 8

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:42 WIB
X