Ahli: Jangan Tunda Vaksinasi Covid-19

- Jumat, 19 Maret 2021 | 08:43 WIB
Ilustrasi, petugas menyuntikkan vaksin Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi, petugas menyuntikkan vaksin Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Ahli vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, masih banyak lanjut usia (lansia) yang belum divaksin. Menurutnya, karena lansia belum banyak mendapatkan bantuan agar bisa divaksinasi.

“Enggak ada yang bantu urus dari keluarganya,” ujar Profesor Sri Rezeki Hadinegoro, dalam siaran pers, dilansir Republika.co.id jaringan Ayosemarang.com, Kamis (18/3/2021).

Padahal di luar negeri, menurut Sri, vaksinasi lansia dibantu oleh swasta. Maka, anggota keluarga yang lebih muda sebaiknya membantunya, karena vaksinasi lansia hanya berlangsung 2 hari saja, yaitu pada saat suntikan dosis pertama dan kedua.

Sri menekankan agar masyarakat pun tak perlu khawatir adanya varian-varian baru virus Covid-19 yang sudah ditemukan di Indonesia. Sebab, semua virus pasti akan bermutasi.

“Dampak varian baru itu terhadap efek vaksin baru diketahui dalam jangka panjang,” sambung Sri.

AYO BACA : Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Bisa Sampai 2023

Begitu pula mengenai adanya penangguhan sementara penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca yang ditunda sementara gegara isu penggumpalan darah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut Sri, sudah menyatakan aman. Kecuali, penggumpalan darah itu merupakan gejala yang kerap terjadi pada lansia dan memiliki komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes dan hiperkolesterol. Tidak divaksin saja, penderita berisiko mengalami penggumpalan darah.

“Vaksin apa saja, bukan hanya vaksin Covid-19, juga punya risiko tromboemboli,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Panglima Kostrad Ungkap Alasan Hilangnya Diorama G30S PKI

Selasa, 28 September 2021 | 15:19 WIB
X