Foto Porno Tersebar, Kepala Sekolah di Gunungkidul Dicopot Jabatannya

- Jumat, 28 Mei 2021 | 11:15 WIB
Ilustrasi, foto porno oknum Kepala Sekolah di Playen Gunungkidul beredar melalui aplikasi pesan di handphone. (istimewa)
Ilustrasi, foto porno oknum Kepala Sekolah di Playen Gunungkidul beredar melalui aplikasi pesan di handphone. (istimewa)

GUNUNGKIDUL, AYOSEMARANG.COM -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul menjelaskan, jika kepala sekolah  yang foto pornonya tersebar melalui pesan WhatsApp merupakan kepala kekolah dari salah satu Raudhotul Athfal (RA), bukan Kepala Sekolah Taman Kanak Kanak (TK).

RA memang lembaga pendidikan anak usia dini setingkat TK di mana RA di bawah naungan sebuah yayasan.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kemenag Gunungkidul, Taufik Soleh mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait dengan foto syur kepala sekolah YF tersebut dari masyarakat. Setelah ditelusuri, ternyata meski sudah Kepala Sekolah namun yang bersangkutan bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Karena bukan PNS maka Kemenag tidak bertanggungjawab langsung melakukan pembinaan. Sekarang yang melakukan pembinaan adalah yayasan yang menaunginya. Kita hanya berkoordinasi dengan yayasan yang menaungi," tutur Taufik, dikutip dari Suarajogja.id jaringan Ayosemarang.com, Jumat 28 Mei 2021.

AYO BACA : Waduh! Beredar Buku Sosiologi Siswa SMA Cantumkan Situs Porno

Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan klarifikasi. Ia sendiri mengaku telah bertemu dengan Forum Guru Guru RA dan forum guru RA tersebut membenarkan informasi tersebut. Forum Guru Guru RA juga telah melakukan pembinaan secara langsung kepada oknum kepala sekolah tersebut.  

Piihaknya bahkan telah mengklarifikasi peristiwa tersebut ke Yayasan yang menaunginya. Dari pihak yayasan mengungkapkan jika mereka sudah menindaklanjutinya dengan memanggil yang bersangkutan. Bahkan pihak yayasan telah memberikan sanksi terhadap oknum kepala sekolah tersebut.

"Kami tanyakan dan tidak menjadi ranah tanggungjawab langsung. Yayasan sudah melakukan pemanggilan dan punishment," ungkpanya.

Untuk kelanjutnya, pihaknya merencanakan akan melakukan  koordinasi dengan yayasan dan menanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut, termasuk juga yang diberikan kepada yang bersangkutan. Karena kewenangan memberi sanksi ada pada Yayasan tersebut.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

COBA PERLAHAN, Ini Kode Redeem FF Rabu 27 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:19 WIB

Awas, 7 Jajanan Ini Bisa Bikin Generasi 90an Nostalgia

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:55 WIB

Berikut Tim yang akan Berlaga di M3 World Championship

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:20 WIB

7 Penentu Kelolosan Kartu Prakerja Gelombang 22

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:04 WIB

Tips Aman dan Nyaman Berkendara saat Musim Hujan

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:57 WIB

Cuci Motor Jangan Sembarangan, Berikut Tipsnya

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:13 WIB
X