Singapura Perlakukan Covid-19 Seperti Flu Biasa, Begini Pesan IDI

- Selasa, 29 Juni 2021 | 14:09 WIB
Singapura yang akan anggap Covid-19 seperti flu biasa. (istimewa)
Singapura yang akan anggap Covid-19 seperti flu biasa. (istimewa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Di tengah munculnya pemberitaan mengenai Singapura yang akan anggap Covid-19 seperti flu biasa, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban, mengingatkan masyarakat Indonesia supaya tidak latah. Menurut profesor yang akrab disapa Beri ini, Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum bisa meniru Singapura.

“Singapura menyiapkan peta jalan (road map) menuju era new normal dan akan mengubah cara mengelola pandemi. Mereka akan memperlakukan Covid-19 layaknya penyakit endemik lain seperti influenza (flu) dan cacar air,” ujar Beri saat mengawali opini yang dimuat di Instagram pribadinya, Senin, 28 Juni 2021.

AYO BACA : Sinovac Aman untuk Usia 12-17 Tahun, Vaksinasi Anak Segera Dimulai

Beri pun memaparkan kondisi yang tengah berlangsung di Singapura dalam beberapa waktu terakhir. Perhari Kamis, 24 Juni 2021, di Singapura tercatat ada 62.470 kasus aktif, dan pemerintah Singapura sudah berencana memvaksinasi 70% penduduknya sampai awal Agustus 2021. Kondisi itu ditinjau oleh Beri sebagai kondisi yang lebih memungkinkan untuk memperlakukan Covid-19 seperti flu biasa.

“Jumlah kasus positif di negara berpenduduk 5,7 juta ini stabil dari 20 hingga 30 kasus per hari. Total jenderal, Singapura memiliki 62.470 kasus Covid-19 dan berencana memvaksinasi penuh 70 persen penduduknya sampai awal Agustus 2021,” tutur Beri.

AYO BACA : Pertamina Rangkul Usaha Mikro dan Kecil Masuk Rantai Bisnis

Perhari Minggu, 27 Juni 2021, kenaikan kasus di Singapura pun terhitung tidak signifikan, tepatnya ada 62.544 kasus yang sedang aktif. Persentase kenaikan kasus itu tentu tidak sebanding dengan Indonesia yang perhari Selasa, 29 Juni 2021, terhitung ada 218.476 pasien yang sedang menjalani isolasi atau perawatan.

Mengingat perbandingan kondisi tersebut, Beri pun mengingatkan masyarakat untuk tidak membandingkan Indonesia dengan Singapura yang akan perlakukan Covid seperti flu biasa. Munculnya varian delta, vaksinasi dan testing yang masih rendah, serta keterisian tempat tidur rumah sakit yang cukup tinggi merupakan beberapa faktor yang masih harus menjadi fokus utama dalam penanganan Covid-19.

“Jangan latah dan membandingkan kita dengan Singapura yang akan perlakukan Covid-19 seperti flu biasa. Pekerjaan rumah kita masih banyak: Varian Delta, tingkat vaksinasi masih rendah, testing rendah, rumah sakit penuh. Mari fokus penanganan di negeri sendiri,” tegas Beri. (Idham Nur Indrajaya)

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Panglima Kostrad Ungkap Alasan Hilangnya Diorama G30S PKI

Selasa, 28 September 2021 | 15:19 WIB
X