Hasil Survei LSI 36,4 Persen Warga Indonesia Tolak Divaksin, Ini Alasannya

- Minggu, 18 Juli 2021 | 17:22 WIB
[ilustrasi] Survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan 36,4 persen warga Indonesia menolak vaksin. (Ayosemarang/Audrian)
[ilustrasi] Survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan 36,4 persen warga Indonesia menolak vaksin. (Ayosemarang/Audrian)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia menyebutkan 36,4 persen warga Indonesia menolak divaksin. Dari hasil survei ini, mayoritas penduduk Indonesia percaya dan bersedia divaksinasi.

Warga Indonesia sangat antusia mengikuti program percepatan vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. Bahkan, di beberapa daerah antrean vaksin membeludak yang menunjukkan antusiasme warga mengikuti vaksinasi.

AYO BACA : Viral di TikTok! Demi Mendapatkan Nomor Antrean, Pejuang Vaksin di Jogja Menanti hingga Tengah Malam

Survei LSI menggunakan metode simple random sampling. Ada 1.200 responden yang dipilih secara acak dan ditelepon langsung oleh LSI. Toleransi kesalahan toleransi atau margin of error survei ini sekitar ± 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari hasil survei yang dilakukan LSI, 63.6 persen responden bersedia untuk divaksin, namun ada sekitar 36,4 persen responden tidak bersedia untuk divaksin.

AYO BACA : Pro-Kontra Suntikan Booster Covid-19 di Tengah Penyebaran Varian Delta

"Alasan paling banyak mengapa orang tidak bersedia divaksin adalah karena takut dengan efek sampingnya, kemudian karena menilai vaksin tidak efektif, dan merasa tidak membutuhkan vaksin karena sehat," sebut hasil survei LSI yang dikutip dari Suara.com, jaringan Ayosemarang, Minggu 18 Juli 2021.

Tak hanya itu, dari hasil survei tersebut juga diketahui mayoritas warga juga menilai bahwa anggaran negara untuk pengadaan vaksin ini berpotensi disalahgunakan, dan cukup banyak yang tidak yakin pemerintah bisa menjamin penggunaan anggaran vaksin agar tidak dikorupsi.

Selain itu, program vaksin dinilai tepat sasaran oleh mayoritas warga, dan warga juga setuju dengan program vaksin prioritas untuk tenaga kesehatan, lansia, pekerja publik, pedagang pasar, guru/dosen, dan wartawan.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Survei: 70 Persen Masyarakat Merasa Tidak Butuh Vaksin

Jumat, 17 September 2021 | 07:41 WIB

Jokowi: Covid-19 Tak Turun, Ekonomi Tak Naik

Jumat, 17 September 2021 | 06:41 WIB
X