Apa Hukumnya Menjual Daging Kurban? Ini Penjelasannya

- Rabu, 21 Juli 2021 | 11:02 WIB
Ilustrasi, kegiatan pembagian daging kurban kepada masyarakat. (Lilisnawati/Ayotegal)
Ilustrasi, kegiatan pembagian daging kurban kepada masyarakat. (Lilisnawati/Ayotegal)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Ketika seseorang menerima daging kurban saat Iduladha, bolehkah daging kurban itu dijual?

Menurut pernyataan dari Ali Mustafa Ya'qub yang dimuat Republika.co.id, tak ada salahnya seseorang yang mendapat daging kurban menjual daging yang mereka peroleh.

AYO BACA : Bolehkah Bagikan Daging Kurban untuk Non-Muslim? Begini Penjelasan Ulama

"Daging kurban yang mereka peroleh itu adalah hak dia. Terserah mau dia masak, dia sedekahkan, atau dia jual. Yang tidak boleh (menjual) adalah panitia kurban," katanya.

Ali berpedoman kepada sebuah hadis yang mengisahkan seorang hamba sahaya Aisyah RA, Barirah.

AYO BACA : Istilah PPKM Darurat Diganti Level 4, Begini Penjelasannya

Tatkala Barirah mendapatkan daging dari zakat seseorang, Barirah memasaknya dan menyuguhkannya kepada Rasulullah untuk dimakan. Rasulullah SAW pun tak menolak untuk menyantap daging yang disajikan Barirah.

Rasulullah sendiri dilarang menerima harta dari zakat. Rasulullah hanya diperkenankan menerima sedekah dari umatnya.

"Jadi yang diterima Barirah adalah zakat. Tapi yang diberikan Barirah kepada Rasulullah adalah sedekah. Berdalil dari hadis ini, maka penerima daging kurban punya hak untuk menjual. Kalau ada yang mengatakan tidak boleh, perlu diluruskan," katanya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X