Vaksin AstraZeneca Diklaim Bisa Lindungi Keparahan Varian Delta

- Minggu, 25 Juli 2021 | 08:53 WIB
Studi terbaru menyajikan data, satu dosis vaksin AstraZeneca bisa melindungi penerimanya dari kasus parah akibat infeksi varian delta. (dok)
Studi terbaru menyajikan data, satu dosis vaksin AstraZeneca bisa melindungi penerimanya dari kasus parah akibat infeksi varian delta. (dok)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Varian delta merebak di Indonesia dalam waktu terakhir ini. Untuk menekan penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Dikutip dari Republika, jaringan Ayosemarang, studi terbaru menyajikan data bahwa satu dosis vaksin AstraZeneca bisa melindungi penerimanya dari kasus parah akibat infeksi varian delta.

AYO BACA : Sarah Gilbert, Menolak Hak Paten Penuh Vaksin AstraZeneca

Temuan awal studi yang digagas oleh para peneliti yang berafiliasi dengan University of Toronto itu diunggah ke server pracetak medRxiv. Tim menganalisis hampir 70 ribu orang di Ontario, Kanada, yang berusia di atas 16 tahun dan terinfeksi Covid-19 dari Desember 2020 hingga Mei 2021.

Hasilnya menunjukkan, pemberian satu dosis vaksin AstraZeneca 88 persen efektif mencegah kasus Covid-19 yang parah akibat infeksi varian delta. Sementara itu, dosis tunggal vaksin Pfizer memberi perlindungan 78 persen dan Moderna 96 persen terhadap kasus sama.

AYO BACA : Kimia Farma Jualan Vaksin, Wagub DKI Promosikan Vaksinasi Gratis lewat Aplikasi Jaki

Studi tidak dapat memperkirakan efektivitas vaksin terhadap delta setelah pemberian dua dosis vaksin AstraZeneca atau Moderna karena sama sekali tidak ada kasus positif dari mereka yang sudah menjalani vaksinasi penuh. Hanya saja, temuan tersebut belum melalui peer review atau ulasan sejawat.

Menurut para peneliti, perkiraan efektivitas vaksin dari tiga pengembang vaksin tersebut menunjukkan tingkat perlindungan cukup tinggi. Khususnya, terhadap infeksi simtomatik dan kasus parah yang disebabkan oleh empat varian yang kini menjadi perhatian.

"Ada kemungkinan pemberian dua dosis akan memberikan perlindungan yang lebih tinggi. Temuan kami memiliki implikasi kebijakan kesehatan masyarakat di seluruh dunia," ungkap peneliti lewat sebuah pernyataan, dikutip dari laman Fox News, Sabtu 24 Juli 2021.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Survei: 70 Persen Masyarakat Merasa Tidak Butuh Vaksin

Jumat, 17 September 2021 | 07:41 WIB

Jokowi: Covid-19 Tak Turun, Ekonomi Tak Naik

Jumat, 17 September 2021 | 06:41 WIB
X