Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Papua Difabel, Jokowi Didesak Minta Maaf

- Rabu, 28 Juli 2021 | 11:41 WIB
Anggota POM AU di Merauke, Papua menginjak kepala seorang warga sipil. (Tangkapan layar/Instagram)
Anggota POM AU di Merauke, Papua menginjak kepala seorang warga sipil. (Tangkapan layar/Instagram)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Tindakan brutal dilakukan 2 orang anggota TNI AU Bandara J Dimara Merauke terhadap seorang difabel tuli mendapat kecaman.

Tim Advokasi Papua mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera minta maaf dan menindak tegas oknum TNI tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Tim Advokasi Papua menilai aksi dua prajurit TNI tersebut jelas merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang dijamin dalam pelbagai undang-undang, salah satunya dalam Pasal 33 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM.

AYO BACA : Geger Aparat TNI AU Injak Kepala Warga Papua Difabel, Begini Reaksi Istana

"Sebagai aparat keamanan negara, anggota TNI seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk bertindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ujar Tim Advokasi Papua dalam keterangan tertulisnya, dikutip Suara.com jaringan Ayosemarang.com, Rabu 28 Juli 2021.

Menurut Tim Advokasi Papua juga tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beradab sebagai anggota TNI tersebut jelas bertolak belakang dengan amanat yang tertuang dalam Pasal 7 ayat (1) UU TNI. Tindakan tersebut menambah panjang rentetan kasus diskriminatif dan rasialisme.

"Tindakan rasis dan pendekatan represif yang dilakukan oleh 2 anggota Polisi Militer terhadap seorang difabel tersebut tidak hanya mengakibatkan sakit secara fisik terhadap korban, akan tetapi juga semakin menambah daftar panjang tindakan diskriminatif aparat keamanan terhadap Orang Asli Papua (OAP)," tuturnya.

AYO BACA : Tercatat Lebih dari 4 Juta Orang Mendaftar CPNS 2021

Tim Advokasi Papua punya menyatakan sikap atas arogansi tindakan dua oknum TNI tersebut. Pertama, mengecam keras tindakan 2 anggota Polisi Militer atau Anggota TNI yang telah melakukan rangkaian tindak kekerasan, perlakuan tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia terhadap OAP.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

PERHATIKAN, Begini Cara Cetak Kartu Ujian SKD CPNS 2021

Jumat, 17 September 2021 | 17:53 WIB

SYARAT LULUS, Ini Nilai Ambang Batas SKD CPNS 2021

Jumat, 17 September 2021 | 15:31 WIB

Jokowi Kembali Tegur Listyo, Sinyal Kelambatan Kapolri

Jumat, 17 September 2021 | 10:38 WIB
X