Endometriosis Ancam Kualitas Hidup Perempuan

- Kamis, 3 Januari 2019 | 10:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Perempuan diciptakan Tuhan dengan segenap keistimewaan. Di dalam Alquran, kitab suci umat Islam, Allah mengabadikan ucapan istri Imran pada surah Ali-Imran ayat 36 yang berbunyi: “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan,“ yang menegaskan bahwa satu di antara banyak keistimewaan perempuan adalah amanahnya dalam melanjutkan keturunan. Perempuan dianugerahi sistem reproduksi yang membuatnya dapat hamil dan melahirkan.

Karunia sangat spesial yang diberikan kepada perempuan ini membuat perempuan diharapkan mau menjaga dan peduli pada kondisi kesehatannya terutama kesehatan reproduksi.

Berdasarkan data dari Globocan, IARC (International Agency for Research on Cancer) pada tahun 2012 kanker payudara dan kanker leher rahim merupakan jenis kanker tertinggi untuk perempuan Indonesia. Insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 40 per 100.000 perempuan sementara insiden kanker leher rahim sebesar 16 per 100.000 perempuan.

Pada tahun 2014, WHO menyatakan bahwa kanker leher rahim menyumbang 10,3 persen kematian pada 92 ribu kasus kematian wanita Indonesia yang disebabkan oleh kanker. dr. Laila Nuranna SPOG menyebutkan seperti yang dikutip oleh Antara (27/08/2017), setiap tahunnya, terjadi 21 ribu kasus kanker leher rahim (serviks) di Indonesia sehingga menempati nomor dua dalam jumlah tertinggi di dunia. Dalam kejadian di Indonesia ini, WHO mengungkapkan tingginya angka ini disebabkan oleh dua hal yakni kurangnya tindakan pemeriksaan awal (Skrining)penyakit kanker di Indonesia dan kurangnya pemahaman wanita akan kesehatan organ reproduksinya sendiri.

Umumnya, perempuan memang tidak terlalu memahami kesehatan reproduksi karena gejalanya yang mungkin tidak mengganggu aktivitas fisik (kesehatan secara umum), perempuan baru menyadarinya setelah rasa sakit yang dialami semakin berlebihan, ini terjadi umumnya pada penderita kanker. Sementara itu, penyakit yang sudah diderita terlanjur masuk pada stadium general akut. Padahal, kedua penyakit kanker mematikan pada perempuan ini dapat dideteksi secara dini (dengan tingkat kesembuhan 100 persen) dengan pemeriksaan awal rutin melalui pap smear serta pemeriksaan mamografi.

Tidak hanya dua penyakit tadi, perempuan juga masih menghadapi tantangan penyakit lainnya yakni endometriosis. Meski tidak mematikan seperti kanker leher rahim, Endometriosis memiliki kompleksitas melebihi kista atau mioma yang biasanya juga dialami oleh perempuan. Nyeri yang dirasakan wanita pemilik mioma atau kista akan lebih besar dibandingkan dengan saat menstruasi. Ini karena ukuran benjolan yang semakin membesar namun tidak berhubungan dengan siklus menstruasi itu sendiri.

Pada kasus kista ovarium yang berhubungan dengan siklus menstruasipun biasanya bisa menghilang dengan sendirinya bersamaan dengan siklus menstruasi. Baik kista maupun mioma akan semakin berkurang dan dapat disembuhkan dengan terapi pengobatan serta alternatif pengangkatan. Ada sebagian pula yang berpendapat bahwa kista ataupun tumor bisa jadi merupakan bagian dari endometriosis. Sementara itu, endometriosis hingga saat ini masih belum ditemukan dengan pasti apa penyebabnya dan tidak bisa benar-benar disembuhkan karena berhubungan dengan menstruasi, sehingga selama seorang perempuan masih dalam masa reproduksi, gejala sakit yang diakibatkan olehnya akan selalu muncul terus-menerus setiap menstruasi dan inilah yang dapat mengganggu kualitas hidup perempuan.

Endometriosis sendiri didefiniskan sebagai jaringan mirip selaput lendir yang menutupi permukaan rongga rahim (endometrium) yang berada di luar rongga rahim pada tempat yang tidak semestinya (Center For Young Women’s Health, 2006).

AYO BACA : Sutopo Inspirator Terbaik 2018 Penyintas Kanker Paru Indonesia

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Keniscayaan, Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Jumat, 24 September 2021 | 11:32 WIB

Kewaspadaan Di Tengah Kegembiraan

Jumat, 24 September 2021 | 10:58 WIB

Media Pemersatu di Tengah Gempuran Medkom dan Medsos

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Masa Depan Demokrasi Di Tengah Pandemi COVID 19

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:57 WIB

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Peringatan ke 76 Tahun NKRI di Era Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Warna Korporat, Sebuah Keniscayaan

Jumat, 6 Agustus 2021 | 11:31 WIB

3 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Juli 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:48 WIB
X