Target Ambisius Penurunan Kemiskinan Jawa Tengah

- Kamis, 19 Desember 2019 | 16:48 WIB
[Ilustrasi] Kemiskinan. (Antara)
[Ilustrasi] Kemiskinan. (Antara)

AYOSEMARANG.COM-- Pemerintah Jawa Tengah telah menuangkan target penurunan kemiskinan ke dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 sebesar 7,48 persen pada akhir periode nanti. Target yang sebenarnya agak ambisius melihat tren penurunan kemiskinan secara nasional begitu lambat. Menurut data BPS tingkat kemiskinan dalam 5 tahun terakhir turun dari 11,25 persen menjadi 9,41 persen atau rata-rata hanya 0,368 poin persen penurunan setiap tahun.

Tidak ada yang salah pada target tersebut, hanya pemerintah harus bekerja lebih keras dan melihat realita di lapangan agar bisa mengatasi kemiskinan dengan baik. Seperti diketahui bahwa kemiskinan adalah masalah yang cukup kompleks dan perlu penanganan yang menyeluruh jika benar-benar menginginkan kemiskinan itu bisa menurun secara permanen.

Kemiskinan yang diukur oleh BPS adalah kemiskinan moneter berdasarkan pendapatan yang didekati dengan pengeluaran rumah tangga. Kemiskinan adalah kondisi ketika tidak bisanya terpenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). BPS mengukur kondisi kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan (GK). GK diperoleh dari penjumlahan garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan non-makanan (GKNM). Penduduk yang berada di bawah GK kemudian disebut sebagai penduduk miskin.

Data BPS juga memperlihatkan bahwa tingkat kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2019 mencapai 10,80 persen atau masih di atas rata-rata nasional. Kalau dilihat dari sisi jumlah orang miskin ternyata Jawa Tengah adalah salah satu penyumbang terbesar orang miskin di Indonesia. Orang miskin mencapai 3,74 juta jiwa atau kontribusinya terhadap kemiskinan nasional hampir mencapai 15 persen. Angka ini hanya kalah tipis dari tetangganya yakni Jawa Timur yang mencapai 4,11 juta jiwa orang miskin.

AYO BACA : Fenomena Prank, Kreativitas yang Keblabasan

Jika kita membandingkan Papua dengan tingkat kemiskinan yang terbesar (27,53 persen), kontribusinya terhadap kemiskinan nasional hanya mencapai 3,68 persen. Angka itu lebih kecil 4 kali lipatnya dibanding kontribusi Jawa Tengah. Artinya, jika pemerintah menginginkan kemiskinan nasional bisa menurun dengan cepat maka yang perlu dilakukan adalah mempercepat laju penurunan kemiskinan di Jawa Tengah.

Banyak faktor yang memengaruhi sehingga kemiskinan sangat sukar diatasi. Menurut Todaro dan Smith (2003) kemiskinan diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi yang rendah, ketimpangan, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang buruk.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2018 cukup baik dengan mencapai 5,32 persen. Sayangnya menurut banyak penelitian bahwa kemiskinan di Jawa Tengah tidak dipengaruhi secara siginifikan oleh pertumbuhan ekonomi. Hal ini bisa disebabkan karena pertumbuhan ekonomi masih berkutat pada sektor-sektor yang tidak pro terhadap masyarakat miskin. Sebagian besar orang miskin adalah petani yang tinggal di perdesaan yang mencapai 12,48 persen.

Ketimpangan di Jawa Tengah juga masih cukup tinggi yakni jika dilihat dari rasio gini mencapai 0,361 pada Maret 2019. Angka tersebut meningkat 0,004 poin dibanding September 2018. Angka itu juga sedikit di bawah rasio gini nasional yang mencapai 0,382. Indeks kedalaman kemiskinan Jawa Tengah juga masih sangat besar yakni mencapai 1,527 yang berarti rata-rata pendapatan orang miskin satu setengah kali di bawah GK di Jawa Tengah. Artinya, mereka begitu sulit dikeluarkan dari jurang kemiskinan.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Media Pemersatu di Tengah Gempuran Medkom dan Medsos

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Masa Depan Demokrasi Di Tengah Pandemi COVID 19

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:57 WIB

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Peringatan ke 76 Tahun NKRI di Era Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Warna Korporat, Sebuah Keniscayaan

Jumat, 6 Agustus 2021 | 11:31 WIB

3 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Juli 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:48 WIB
X