Perbedaan PPDB Tingkat SMA di Jawa Tengah

- Sabtu, 20 Juni 2020 | 13:31 WIB
Spanduk mengenai informasi PPDB di SMA N 2 Semarang. (afi)
Spanduk mengenai informasi PPDB di SMA N 2 Semarang. (afi)

AYOSEMARANG.COM -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Semarang, tahun ini menggunakan sistem yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Pandemi menuntut PPDB dilakukan dengan memanfaatkan inovasi dan modernisasi agar lebih fleksibel.

Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat Sekolah Menengah Atas di Kota Semarang saat ini sudah terintegrasi secara online dengan sistem Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Penerapan Ilmu Teknologi mempermudah siswa, guru, serta tim penyelenggara dalam pelaksanaan PPDB.

“Memang agak berbeda dengan tahun kemarin, semua dilaksanakan secara online sehingga sejak pengisian data, seleksi, dan pengumuman penerimaan dilakukan secara daring, dan kami hanya bertugas melakukan daftar ulang,” tutur Drs Teguh Wibowo M Pd, Wakil Kepala bagian Kesiswaan SMA N 2 Semarang. 

Ia menambahkan secara garis besar yang berbeda adalah sistemnya. Tahun lalu verifikasi dilaksanakan secara manual sebelum pendaftaran, sedangkan pada tahun ini verifikasi dilaksanakan setelah peserta didik diterima atau pengumuman.

“Ini adalah persoalan pilihan dalam kondisi pandemi Covid - 19, berdasarkan aturan gugus tugas untuk menghindari kerumunan dan social distancing. Satu – satunya pilihan yang mungkin untuk dilakukan secara tepat adalah melalui jalur online,” lanjut Teguh.

Panitia PPDB tingkat SMA di Jawa Tengah terdiri atas panitia sekolah, cabang dinas, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, “Menurut kami, kesiapan pelaksanaan sudah sedemikian matang, dan apabila terdapat masalah pasti segera dicarikan solusi nya oleh panitia dan dijalankan dengan sungguh – sungguh,”  ujar Teguh mengenai kesiapan penyelenggaraan PPDB.

“SMA 2 Semarang sudah siap sedari awal dengan langsung membentuk panitia dan sekarang sedang mengadakan bantuan pendaftaran. Apabila terdapat calon siswa yang kesulitan dalam mendaftar, seperti kurang memahami petunjuk teknis atau terbatasnya alat dan pengetahuan mengenai ini, akan dibantu ketika datang ke sekolah,” lanjutnya.

Teguh juga mengungkapkan beberapa pesan untuk rekan kerja atau tim penyelenggara serta untuk calon peserta didik melalui wawancara yang dilakukan secara langsung di SMA N 2 Semarang. 

“Kepada rekan kerja dan tim penyelenggara, mari kita laksanakan tugas ini sebagai sebuah ibadah, dengan melayani dan membantu tentu itu adalah sebuah ibadah. Ketika itu kita niatkan untuk ibadah, insyaAllah tidak ada hal yang terasa berat. Bagi calon peserta didik, tetaplah kalian berusaha dan berdoa, dimanapun kalian diterima itu adalah yang terbaik bagimu, baik di sekolah negeri maupun swasta. Yang menentukan sekolah terbaik atau bukan itu adalah dirimu sendiri.” tandasnya. (MASR)

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Media Pemersatu di Tengah Gempuran Medkom dan Medsos

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Masa Depan Demokrasi Di Tengah Pandemi COVID 19

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:57 WIB

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Peringatan ke 76 Tahun NKRI di Era Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Warna Korporat, Sebuah Keniscayaan

Jumat, 6 Agustus 2021 | 11:31 WIB

3 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Juli 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:48 WIB
X