Dinamika Kotak Kosong dalam Pilkada

- Jumat, 2 Oktober 2020 | 21:01 WIB
[Ilustrasi] Pilkada Serentak 2020. (dok)
[Ilustrasi] Pilkada Serentak 2020. (dok)

AYOSEMARANG.COM -- Up Date terakhir dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang calon tunggal untuk Pilkada 2020, sampai batas akhir 13 September pukul 24.00 jumlah daerah yang terdapat calon tunggal sebanyak 25 kabupaten dan kota. Enam diantaranya di Jawa Tengah, dari 21 daerah yang melaksanakan Pilkada 2020 terdiri dari Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, Grobogan, Kebumen, Sragen dan Wonosobo. Secara nasional calon tunggal di Jawa Tengah terbanyak.
\nApa kira-kira dinamika serta kerugian dan keuntungan Pilkada dengan calon tunggal atau melawan kotak kosong ?

Dinamika kotak kosong

Dinamika yang paling mendasar dan menjadi pertanyaan besar publik, bagaimana ketika kotak kosong mampu mengalahkan pasangan calon. Walaupun kemungkinan kotak kosong menang itu kecil, namun kemungkinan untuk menang tetap terbuka. Karena hakiki pemilu yang langsung, umum, bebas dan rahasia hasilnya unpredictable.

Siapapun tidak bisa memastikan hasil pemilu sebelum pemilu berakhir.  Kemenangan kotak kosong pernah terjadi pada Pilkada tahun 2018 di Makassar, Sulawesi Selatan. Tetapi kemenangan kotak kosong di Makassar ada catatan yang menarik dimana petahana Ramdhan Pomanto berpasangan dengan Indira Mulyasari dinyatakan gugur. Pasangan petahana ini antara lain dinyatakan 'menyalahgunakan wewenang dalam proses pencalonan'.

Akhirnya pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi harus melawan kotak kosong. Hasilnya kita semua tahu, yang unggul adalah kotak kosong. Ada asumsi bahwa kemenangan kotak kosong di Makassar tersebut ditengarai pendukung Pomanto sang petahana yang gagal ikut kontestasi mereka memilih kotak kosong. Hasilnya secara empiric dan factual pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi kalah dari kotak kosong. Tidak salah ketika publik berasumsi bahwa kotak kosong itu sejatinya pasangan petahana Ramdhan Pomanto berpasangan dengan Indira Mulyasari. Sedangkan fenomena sekarang yang terjadi sebagian besar kotak kosong harus melawan petahana. Pointnya adalah, petahana maju lagi tanpa ada lawan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana kalau kotak kosong yang nantinya menang ?

Kalau kotak kosong yang menang maka Pilkada diulang dan waktunya sampai dengan Pilkada serentak periode berikutnya. Dengan diundur dan diulang, harapannya bermunculan pasangancalon, dan kotak kosong tidak terjadi.

AYO BACA : Pemkot Tegal Siapkan Dapur Umum Bantu Warga yang Lagi Isolasi Mandiri

Sedangkan kekosongan kepala daerah diisi oleh pejabat dengan wewenang penuh sebagai kepala daerah, namun tetap konsultasi dengan Gubernur untuk hal-hal prinsip. Hanya saja, pejabat dimaksud paling lama menjabat setahun, bahkan idealnya cukup enam bulan. 

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Mencermati Informasi Asumtif

Senin, 29 November 2021 | 12:16 WIB

Hikmah Diterapkannya PPKM Level 3

Sabtu, 27 November 2021 | 18:33 WIB

Tanamkan Rasa Dalam Hubungan

Senin, 22 November 2021 | 09:59 WIB

Sulitnya Mencari Penerus Dalang Wayang Potehi

Rabu, 17 November 2021 | 15:56 WIB

Berpihak pada Korban Revenge Porn

Rabu, 17 November 2021 | 13:58 WIB

Menyoal Keinferioran Pemirsa

Minggu, 14 November 2021 | 20:33 WIB

Menyudahi Budaya Plagiarisme

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:54 WIB

Sumpah Pemuda dan PR Literasi

Jumat, 29 Oktober 2021 | 11:09 WIB

Kala Singkong Keju Merajai Marketplace

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:16 WIB

Urgensi Komunikasi Mitigasi Bencana

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:39 WIB

Indonesia dan Keadilan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:05 WIB

Mungkinkah Golkar Akan Menjadi Rumah Besar Bersama

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:49 WIB

Di Balik Kemarahan Risma

Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:21 WIB

Esensialitas Daring

Jumat, 1 Oktober 2021 | 12:26 WIB
X