Pers di Tengah Gempuran Media Sosial

- Jumat, 12 Februari 2021 | 11:45 WIB
Drs. Gunawan Witjaksana,M.Si / Dosen dan Ketua STIKOM Semarang
Drs. Gunawan Witjaksana,M.Si / Dosen dan Ketua STIKOM Semarang

AYOSEMARANG.COM -- Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari, baru saja berlalu. Sebuah moment yang setiap tahun selalu diperingati insan pers khususnya, serta masyarakat yang peduli pers pada umumnya.

Agak berbeda dengan era tatkala pers masih di era kejayaannya, peringatan HPN selalu menjadi perhatian khalayak, di antaranya para pejabat publik, karena melalui berbagai informasi yang disampaikannya mereka menggunakannya, mulai dari menambah pengetahuan, hingga evaluasi dari kebijakan publik yang mereka keluarkan.

Meski hingga saat ini peran tersebut masih ada serta diembannya, namun kemajuan teknologi informasi yang melahirkan  para pewarta tiban yang sering menyampaikan informasi serta opini yang justru sering menyesatkan, mengharuskannya pula untuk mengimbanginya dengan berbagai informasi serta opini yang didukung data akurat, namun harus tetap menarik perhatian khalayak.

Kemudahan mengakses berbagai informasi menggunakan telephone pintar, kenyataannya telah banyak membawa korban pers cetak, sehingga banyak yang gulung tikar, dan sebagian yang masih bertahan mengintegrasikannya dengan media sosial ( medsos), atau total mengalihkannya menjadi pers digital yang melembaga.

Pertanyaannya bagaimana masa depan pers kita ke depan? , Serta upaya apa yang perlu mereka lakukan, sehingga pers arus utama tidak makin kehilangan audience, dan justru sebaliknya tetap dicari khalayak untuk dijadikan rujukan untuk mengimbangi info- info liar dari para pewarta tiban?

Pengalaman

Di era akhir tahun 70 an dan awal tahun 80 an, tatkala televisi berkembang pesat dan sangat memukau audience, saat itu sejumlah ahli meramalkan bahwa radio akan tamat riwayatnya.

Namun, kenyataannya hingga saat ini radio masih eksis, dan hanya sedikit bergeser fungsinya, misalnya sebagai teman perjalanan, teman belajar dan bekerja, serta sejumlah fungsi lainnya.

Yang jelas peran pers sebagai media informasi, edukasi, mediasi, advokasi, hingga komunikasi pararasional akan tetap ada sampai kapan pun.
Bila saat ini sepintas kaum milenial seolah meninggalkannya dan beralih ke medsos, namun kita perlu meyakini, satu saat mereka akan jenuh, dan kembali mencari berbagai informasi serta opini dari pers.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Kalkulasi poltik dan Fenomena Ganjar Pranowo

Senin, 27 September 2021 | 16:15 WIB

Covid-19 dan Tantangan Kebangsaan Kita

Minggu, 26 September 2021 | 10:49 WIB

Covid-19 Dan Tantangan Kebangsaan Kita

Minggu, 26 September 2021 | 07:48 WIB

Keniscayaan, Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Jumat, 24 September 2021 | 11:32 WIB

Kewaspadaan Di Tengah Kegembiraan

Jumat, 24 September 2021 | 10:58 WIB

Media Pemersatu di Tengah Gempuran Medkom dan Medsos

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Masa Depan Demokrasi Di Tengah Pandemi COVID 19

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:57 WIB

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Peringatan ke 76 Tahun NKRI di Era Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:03 WIB
X