Program Sekolah Penggerak Menghadapi Tantangan Covid 19

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 09:06 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan tinjauan ke sejumlah sekolah di Kota Salatiga, Rabu 17 Maret 2021. (dok)
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan tinjauan ke sejumlah sekolah di Kota Salatiga, Rabu 17 Maret 2021. (dok)

AYOSEMARANG.COM -- Target sekolah penggerak yang akan dicapai pada tahun ajaran 2021/2022 adalah 2.500 sekolah yang tersebar di 111 kab/kota pada 34 provinsi. Pendaftaran Program Sekolah Penggerak dimulai dari pendaftaran Kepala Sekolah dan Pelatih Ahli.

Pendaftaran di daerah penyelenggara Program Sekolah Penggerak 2021 dibuka untuk Kepala Sekolah dan pelatih ahli semua jenjang mulai dari PAUD (5-6 tahun), SD, SMP, SMA, dan SLB. 

Banyaknya pendaftar dari kepala sekolah melalui program sekolah penggerak, membuktikan bahwa penyebaran covid 19 bukanlah sesuatu yang menjadi halangan. Sekolah penggerak diprediksi menjadi salah satu usaha meningkatkan mutu suatu sekolah. 

Mendefinisikan sebuah mutu sebuah sekolah bukanlah hal yang mudah. Masyarakat seringkali mengidentikkan mutu sekolah dengan hasil pencapaian nilai suatu ujian nasional. Terlepas apa dan bagaimana proses yang terjadi di sekolah tersebut, yang penting rata – rata nilai UN tinggi, maka sekolah tersebut disebut dengan sekolah favorit.

Pelabelan favorit memang masyarakat yang menyematkan. Rata – rata UN menjadi alat ukur utama selama bertahun – tahun. Padahal output dari rata – rata UN sangat dipengaruhi oleh input yang ada di sekolah tersebut serta dukungan sarana prasarana.

Karena penilaian masyarakat melihat pada hasil akhir, akhirnya sekolah terjebak dengan tuntutan nilai akhir dengan mengesampingkan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa hanya dijejali dengan aneka rumus dan bank soal. 

Merdeka belajar merupakan salah satu moto Mendikbud saat ini. Salah satu implementasi merdeka belajar yaitu telah diluncurkan guru penggerak. Setelah sekian tahap proses seleksi berjalan, ternyata tidak cukup guru saja yang melakukan perubahan. Ekosistem sekolah perlu juga digerakkan, oleh karena itu muncullah sekolah penggerak. 

Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Diawali dengan SDM yang unggul yaitu kepala sekolah dan guru. 

Gambaran akhir sekolah penggerak secara umum dapat dilihat dari hasil belajar yaitu di atas level yang diharapkan. Desain lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan menjadi sesuatu yang akan dicapai. Pembelajaran pun berpusat pada murid, bukan lagi pada guru. Perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Keniscayaan, Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Jumat, 24 September 2021 | 11:32 WIB

Kewaspadaan Di Tengah Kegembiraan

Jumat, 24 September 2021 | 10:58 WIB

Media Pemersatu di Tengah Gempuran Medkom dan Medsos

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Masa Depan Demokrasi Di Tengah Pandemi COVID 19

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:57 WIB

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Peringatan ke 76 Tahun NKRI di Era Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Warna Korporat, Sebuah Keniscayaan

Jumat, 6 Agustus 2021 | 11:31 WIB

3 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Juli 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:48 WIB
X