Keteladanan, Kepedulian, dan Solidaritas

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:17 WIB
Drs Gunawan Witjaksana MSi, Dosen dan Ketua STIKOM Semarang. (dok)
Drs Gunawan Witjaksana MSi, Dosen dan Ketua STIKOM Semarang. (dok)

 

Sumbangan dua triliun rupiah yang diberikan keluarga almarhum Akidi Tio untuk membantu menangani Pandemi di Wilayah Sumatera Selatan yang semula dikehendaki keluarga secara tertutup, akhirnya terpublikasi juga.

Kapolda dan pemangku wilayah di Sumsel tidak ingin nantinya ada kesan yang kurang baik, sehingga bantuan sebesar itu nantinya penggunaan serta penyalurannya akan dilakukan setransparan mungkin. Itulah sebabnya peran media massa sangatlah diperlukan.

Sumbangan Keluarga almarhum Akidi Tio yang konon terbesar ke dua di dunia setelah Bill Gates yang akhirnya terpublikasi tersebut sebenarnya justru berdampak positif, setidaknya untuk memberikan contoh sekaligus teladan bagi sejumlah pihak yang dinilai super kaya di Indonesia. Keluarga Akidi Tio yang selama ini jauh dari berbagai publikasi, sekaligus mengingatkan kita pada ajaran Ki Hajar Dewantara, " hing ngarso sung tuladha".

Sumbangan Keluarga almarhum Akidi Tio ini sekaligus merupakan tamparan pedas bagi para spekulan yang justru memanfaatkan Pandemi demi meraih keuntungan pribadi atau kelompoknya, tanpa mempedulikan rakyat kebanyakan yang sedang khawatir serta menderita.

Mereka ini sekaligus juga menafikan upaya pemerintah serta para relawan, yang dengan sungguh- sungguh menginginkan Pandemi ini segera berakhir dan kita semua bisa hidup normal kembali.

Pertanyaannya, mengapa pada kondisi yang serba sulit ini, masih ada yang tega memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan? Akan masih seperti itukah mereka seterusnya, atau berubah sadar dan akhirnya menjadi baik setelah memperoleh teladan sekaligus tamparan pedas oleh keluarga almarhum Akidi Tio, yang mudah- mudahan akan disusul sejumlah dermawan lainnya?

Kata dan Perbuatan
Di era keterbukaan seperti sekarang ini, hampir tidak mungkin lagi menyembunyikan perbuatan tertentu, terlebih bila berupa perbuatan yang kurang terpuji.

Fungsi mediasi sekaligus advokasi media, akhirnya akan mendokumentasikan jejak-jejak digital siapa pun, utamanya bila bernuansa negatif.

Halaman:

Editor: Arie Widiarto

Tags

Terkini

Media Pemersatu di Tengah Gempuran Medkom dan Medsos

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Masa Depan Demokrasi Di Tengah Pandemi COVID 19

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:57 WIB

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Peringatan ke 76 Tahun NKRI di Era Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Warna Korporat, Sebuah Keniscayaan

Jumat, 6 Agustus 2021 | 11:31 WIB

3 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Juli 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:48 WIB
X