Mahasiswa KKN Undip Buat Alat Pendukung Protokol Kesehatan dengan Bahan Sederhana

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:38 WIB
Aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Diponegoro  (Undip) di wilayah RT 03/RW 08 Kelurahan Kandang Panjang. (dok)
Aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di wilayah RT 03/RW 08 Kelurahan Kandang Panjang. (dok)

 


Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Diponegoro  (Undip) dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat tidak mendukung untuk dilaksanakan seperti biasanya. Ditambah dengan munculnya virus varian baru serta PPKM Darurat, Universitas Diponegoro atas seizin Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama-sama mencari solusi dengan membuat kebijakan tetap mengadakan KKN walaupun dengan cara mandiri di wilayah rumah masing-masing.

Mahasiswa Undip diwajibkan untuk membuat program yang berhubungan dengan tindakan pencegahan Covid-19 dan program SDGs / Sustainable Development Goals. Namun, dalam pelaksanaannya mahasiswa juga harus tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, faceshield apabila perlu, dan menjaga kebersihan tangan. Salah satu cara menjaga kebersihan tangan adalah dengan menggunakan hand sanitizer. 

Oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk membuat alat handless sanitizer with foot pedal agar masyarakat di wilayah RT 03/RW 08 Kelurahan Kandang Panjang, Kota Pekalongan tidak lupa membersihkan tangan, tidak hanya saat di rumah, tetapi juga saat beraktivitas di luar rumah.
 
Alat ini dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan, tidak mahal, namun dapat berfungsi secara maksimal. Alat ini juga disertai dengan poster cara penggunaan alat dan membersihkan tangan yang baik menggunakan hand sanitizer. 

Pengadaan alat ini disambut baik oleh warga sekitar dan sudah digunakan oleh para warga RW 03 yang akan masuk dan keluar wilayah RW 08. 

Selain itu, mahasiswa juga memperhatikan keresahan warga, terutama karena semakin tingginya penderita COVID-19 di Pekalongan. Sejak dimulainya masa PMKM, dengan aktivitas warga yang tetap berjalan, sehingga perlu sekali dilakukan pencerdasan terkait protokol menjaga diri yang sering dilewatkan dan dianggap remeh oleh para warga. 

Oleh karena itu, Louis Julianto Wijaya, salah satu mahasiswa KKN Undip melakukan sosialisasi program K3 menghadapi PMKM dengan menggunakan prinsip perception risk dan cognitive process yang bertujuan agar warga RT 03 dapat semakin sadar bagaimana menjaga dirinya secara maksimal dan tentu saja akan berdampak pada berkurangnya penyebaran virus Covid-19. 

Kedua program ini diharapkan mampu membuat masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga diri dan tentu saja membantu mengurangi penyebaran virus COVID-19 ketika memasuki wilayah RT 03/RW 08 Kelurahan Kandang Panjang. 

Selain itu, poin ke-3 Sustainable Development Goals yang sedang diterapkan di dunia, terutama pada poin ke-3 yaitu "Good Health and Well Being" dapat berjalan dengan baik selama pandemic ini, mampu meningkatkan kecenderungan masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam beraktivitas di luar rumah, dan membuat produktivitas warga di RT 03 lebih meningkat dengan adanya program K3 yang bisa membantu memastikan keamanan terhadap penularan Covid-19. *

Halaman:

Editor: Arie Widiarto

Tags

Terkini

Media Pemersatu di Tengah Gempuran Medkom dan Medsos

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Masa Depan Demokrasi Di Tengah Pandemi COVID 19

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:57 WIB

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:50 WIB

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Peringatan ke 76 Tahun NKRI di Era Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Warna Korporat, Sebuah Keniscayaan

Jumat, 6 Agustus 2021 | 11:31 WIB

3 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Juli 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:48 WIB
X