Piala Dunia dan Naturalisasi

- Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:11 WIB
Budi Cahyono, wartawan Ayosemarang.com. (dok)
Budi Cahyono, wartawan Ayosemarang.com. (dok)

AYOSEMARANG.COM -- Mimpi Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia sebentar lagi terwujud. FIFA menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menetapkan enam stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20 2021.
 
Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menginginkan, di Piala Dunia U-20 menjadi momentum bangkitnya sepak bola nasional di mata dunia. Indonesia pernah merasakan atmosfer Piala Dunia pada tahun 1938 di Prancis. Kala itu Indonesia bernama Hindia Belanda.

Iwan Bule, sapaan karib Iriawan, menyebut, untuk sukses di Piala Dunia U-20 perlu langkah terobosan. Sedang dipertimbangkan melakukan naturalisasi atau nasionalisasi pemain muda usia di bawah 19 tahun dengan kemampuan teknis di atas rata-rata dan memiliki perawakan tak beda dengan pemain Indonesia.

Keinginan federasi menimbulkan pro – kontra di kalangan masyarakat. Pecinta sepak bola seolah terbelah, sebagian setuju, namun ada pula tak setuju program instan tersebut.
 
Pelatih Persis Solo, Salahudin yang pernah membela timnas memiliki pandangan soal naturalisasi ini, baik efek negatif maupun positif.

“Negatifnya, kita ini memiliki potensi pesepak bola Tanah Air yang secara kualitas sangat bagus. Kalau ada naturalisasi, pembinaan usia dini akan sia-sia,” tuturnya.

AYO BACA : Timnas Indonesia U-19 Jalani Training Camp di Kroasia, Bukan Korsel

Sementara pendapat positif dari naturalisasi ini untuk mengembangkan secara kualitas persaingan pemain muda di Indonesia. 

Pelatih yang pernah merasakan medali emas SEA Games tersebut menilai, pemain yang dinaturalisasi bisa memberikan contoh baik kepada pemain asli Indonesia, dari pola makan, gaya hidup, serta keseharian menjaga kualitas diri.

“PSSI tentu tidak sembarangan mengambil pemain untuk dinaturalisasi. Pasti memiliki standarisasi dan memiliki hubungan darah dengan Indonesia,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Barcelona Ingin Datangkan Juergen Klopp ke Camp Nou

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:28 WIB

LIGA 2: Ini Daftar Susunan Pemain PSCS vs Persis Solo

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:35 WIB
X