Berupaya Kembangkan Desa Wisata, Unika Soegijapranata Hadirkan Startup NUSA

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:40 WIB
Acara FGD Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Promosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional di Aston Inn Hotel, Selasa 14 Oktober 2021. (Unika)
Acara FGD Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Promosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional di Aston Inn Hotel, Selasa 14 Oktober 2021. (Unika)

Retno menyampaikan jika Unika Soegijapranata yang memiliki PIP (Pola Ilmiah Pokok) "Eko-Pemukiman" (Eco-Settlement) memandang pentingnya kerjasama 'Triple-Helix' antara Perguruan Tinggi-DUDI­ Pemerintah untuk dapat mendorong keberlanjutan Desa Wisata.

“Melalui Program "Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Promosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional" yang didukung oleh pendanaan Matching Fund 2021,” terang Retno.

Startup NUSA merupakan sebuah aplikasi yang menjembatani Desa Wisata dengan masyarakat umum.

Aplikasi ini menjadi salah satu media promosi bagi Desa Wisata, sekaligus memberikan fasilitas akses bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi.

Aplikasi NUSA memiliki berbagai fitur utama yaitu: (1) NUSA map, (2) NUSA store, (3) NUSA stay, (4) NUSA care, (5) NUSA information, (6) NUSA Mitigation, (7) NUSA eco­ edu, dan (8) NUSA e-clinic. Sistem akan dikembangkan ke dalam dua platform, berbasis mobile (gawai) dan berbasis web.

Baca Juga: UPGRIS Targetkan Penambahan Jurnal Terindeks Scopus

Adapun sembilan desa wisata dimaksud adalah meliputi (1) Desa Wisata Kandri, Kota Semarang, (2) Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang, (3) Desa Wisata Pentingsari, Kabupaten Sleman, (4) Desa Wisata Candirejo, Kabupaten Magelang, (5) Desa Wisata Hijau Jari Solah Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah.

Kemudian yang keenam Desa Wisata Karangrejo, Kabupaten Magelang, (7) Desa Wisata Samiran, Kabupaten Boyolali, (8) Desa Wisata Batulayang, Kabupaten Bogor, dan (9) Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara.

“Pengembangan Startup NUSA dalam program ini diharapkan menjadi nilai penting yang spesial dan unik untuk mendukung Desa Wisata berkelanjutan, karena memiliki fitur-fitur yang ramah lingkungan dan responsive-gender,” pungkas Retno.

Halaman:

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rektor Unnes Kukuhkan 2 Profesor Baru Bidang Kimia

Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Wisuda ke 108, Rektor UNNES Ajak Teladani Santri

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:36 WIB
X