Pendidikan Seks Sejak Dini untuk Cegah Terjadinya Kekerasan Seksual

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:26 WIB
Diseminasi hasil penelitian DRPM/ Brin skema penelitian unggulan perguruan tinggi pendidikan seksualitas bagi anak usia dini: seri animasi Miko dan Mila. (dok UPGRIS)
Diseminasi hasil penelitian DRPM/ Brin skema penelitian unggulan perguruan tinggi pendidikan seksualitas bagi anak usia dini: seri animasi Miko dan Mila. (dok UPGRIS)

 

SEMARANG TIMUR, AYOSEMARANG.COM - Dalam proses belajar, digital native di usia dini lebih tertarik menggunakan media interaktif yang memanfaatkan perkembangan teknologi, diantaranya pemanfaatan animasi. Penelitian tentang seri animasi untuk mencegah kekerasan seksual pada anak usia dini untuk selanjutnya dikaji mengenai efektivitasnya sebagai prevensi kekerasan seksual pada anak usia dini.

Tim Peneliti terdiri Dr Dini Rakhmawati SPd MPd, Desi Maulia SPsi MPsi Psikolog, dosen Prodi Bimbingan dan Konseling FIP UPGRIS, serta Febrian Murti Dewanto SE MKom Prodi Teknik Informatika FT UPGRIS. Tim menggelar diseminasi hasil penelitian DRPM/ Brin skema penelitian unggulan perguruan tinggi pendidikan seksualitas bagi anak usia dini: seri animasi Miko dan Mila, melalui aplikasi zoom, Kamis 14 Oktober 2021.

Baca Juga: Jika Laki-laki Ditemani Bidadari Cantik di Surga, Bagaimana dengan Perempuan?

Kegiatan dibuka Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPGRIS Dr Senowarsito MPd. Sementara hadir dengan pemateri Maftukah SH MH Kepala Seksi Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Lansia, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang.

Hadir pula Pengawas TK Kecamatan Semarang Selatan Dinas Pendidikan Kota Semarang Nunik Supriyati SPd MPd.

Seno Warsito mengatakan jika penelitian unggulan perguruan tinggi pendidikan seksualitas bagi anak usia dini sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat.

''Agar kasus kekerasan yang terjadi khususnya pada anak tidak terus meningkat. Anak sebagai korban akan mengalami trauma yang berkepanjangan. Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu membuka hati masyarakat lebih sadar terhadap pendidikan seksualitas anak,” jelas Seno.

Baca Juga: Fakta-fakta Pertempuran Lima Hari di Semarang yang Menelan Banyak Korban

Kegiatan diikuti 104 peserta secara daring. Ada 41 peserta dari Pokja PKK/ Bina Keluarga Balita di Dinas Pengendalian Penduduk Kota Semarang. Sebanyak 52 peserta guru TK dari Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Kota Semarang, yang dalam kegiatan ini koordinasi difasilitasi oleh oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang. Serta, 9 Kepala Sekolah Penelitian Seri Animasi Pendidikan Seksual Bagi Anak Usia Dini periode tahun 2019-2021.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Unika Gelar Donor Darah Peringati 10 Tahun NUNI

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:20 WIB

UPGRIS Targetkan Penambahan Jurnal Terindeks Scopus

Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Tarian Kebhinekaan Warnai Inagurasi UPGRIS 2021

Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:06 WIB
X