Campuran Beras dan Susu Dibuat Jadi Masker Organik

- Kamis, 15 November 2018 | 10:23 WIB
Mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)  Novitasari Priskalia Puteri menunjukkan masker yang terbuat dari bahan organik. (Ayosemarang.com/Arie Widiarto)
Mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Novitasari Priskalia Puteri menunjukkan masker yang terbuat dari bahan organik. (Ayosemarang.com/Arie Widiarto)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM--Masker yang terbuat dari bahan-bahan alami karya Novitasari Priskalia Puteri berhasil menarik perhatian juri diajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2018 yang diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, baru-baru ini.

Dalam lomba ini, mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tersebut berhasil meraih juara kedua.

Priska, sapaan akrabnya, membuat masker yang seratus persen berasal dari bahan organik.

“Banyak yang menjual masker organik, tetapi setelah diteliti ternyata masih ada bahan pengawetnya. Padahal pengawet tidak baik untuk kulit jika dipakai terus menerus, sehingga saya membuat inovasi yang menggunakan seratus persen bahan organik dan tanpa pengawet,” tuturnya, Kamis (15/11/2018).

Gadis asli Salatiga ini menambahkan bahwa bahan utama yang digunakan yaitu beras, susu dan oat. Beras digunakan sebagai bahan utama karena dapat menyamarkan bintik hitam. Sedangkan susu bermanfaat untuk menutrisi kulit wajah dan oat dapat mengencangkan kulit.

AYO BACA : Tari Barongan Meriahkan HUT Brimob

Selain bahan-bahan tersebut, Priska juga menambahkan berbagai macam buah dan sayur untuk variasi pelengkap sebagai vitamin pada kulit wajah. Priska menyebut beberapa varian yang sudah dibuatnya yakni alpukat untuk mengurangi peradangan pada jerawat, wortel dan sawi untuk mengencangkan kulit, bengkoang untuk mencerahkan kulit, serta coklat dan kopi untuk menghilangkan komedo.

Proses pembuatannya, disampaikan Priska juga, cukup mudah, yaitu beras di cuci bersih kemudian dikeringkan dan dihaluskan hingga menghasilkan butiran halus. Selanjutnya sayuran dan buah yang akan dijadikan variasi terlebih dahulu diiris tipis dan di keringkan dengan suhu rendah.

"Campuran beras halus, oat, dan susu selanjutnya dapat ditambahkan sayur dan buah yang telah dikeringkan," paparnya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Wisuda ke 108, Rektor UNNES Ajak Teladani Santri

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:36 WIB

5 Cara Benar Belajar Matematika, Dijamin Langsung Bisa

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:03 WIB

5 Kelebihan Belajar Online untuk Anak-Anak

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:48 WIB

BEM UPGRIS Gelar Porsima dengan Prokes Ketat

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:38 WIB
X