Menristek Serahkan SK Prodi Sarjana Kedokteran Unika

- Senin, 11 Februari 2019 | 19:36 WIB
Menristek Prof Mohamad Nasir (kanan) menyerahkan Surat Keputusan Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Unika Soegijapranata Semarang kepada Wakil Yayasan Sandjojo Prof  YL Sukestiyarno didampingi Rektor Unika Ridwan Sanjaya.(Arie Widiarto/Ayosemarang.com)
Menristek Prof Mohamad Nasir (kanan) menyerahkan Surat Keputusan Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Unika Soegijapranata Semarang kepada Wakil Yayasan Sandjojo Prof YL Sukestiyarno didampingi Rektor Unika Ridwan Sanjaya.(Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM--Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir menyerahkan Surat Keputusan Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Unika Soegijapranata Semarang di ruang Auditorium, Gedung Albertus lantai 3 kampus tersebut, Senin (11/2/2019). SK tersebut diserahkan oleh Menristek kepada Wakil Yayasan Sandjojo Prof YL Sukestiyarno didampingi Rektor Unika Ridwan Sanjaya.

Ridwan menyatakan pihaknya berkomitmen menghasilkan lulusan dokter yang berkompeten dan memiliki rasa cinta pada tanah air. Selain itu, lulusan mesti siap mengabdi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

"Ini merupakan perjuangan yang akan kami mulai sejak hari ini. Namun kami yakin, kami tidak berjuang sendiri. Banyak kepala daerah, pengelola rumah sakit, pimpinan perguruan tinggi, ketua organisasi kemasyarakatan, dan keuskupan di berbagai tempat yang telah siap melanjutkan dukungan dan doa untuk perjuangan kami ini," paparnya.

AYO BACA : Unika Bangun FK dan Rumah Sakit di BSB Mijen

Melalui prodi kedokteran ini, lanjut dia, Unika dapat semakin komprehensif mendukung program pemerintah untuk memajukan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha promotif dan preventif.

"Beberapa kegiatan yang telah kami laksanakan sebelumnya, terkait dengan pengabdian masyarakat dan KKN sampai di wilayah terluar Indonesia, ke depannya dimungkinkan untuk dapat kami jalankan semakin komprehensif melalui keberadaan tenaga-tenaga yang berkompeten di bidang kesehatan," paparnya.

Sementara Menristekdikti Prof Mohamad Nasir menyatakan prodi kedokteran memiliki spesifikasi yang berbeda dengan prodi lain. Sebab, mahasiswa kedokteran tidak cukup lulus secara akademis tetapi juga masih diwajibkan pendidikan pra klinis (co-as) dan ujian klinis untuk mendapatkan surat tanda registrasi profesi kedokteran.

AYO BACA : Tiga Tenaga Kependidikan Unika Raih Prestasi Nasional Tiga Tahun Berturut-turut

Selain itu, Nasir menegaskan, kelulusan dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) menjadi penting karena hal itu menjadi syarat bagi mahasiswa agar bisa praktik menjadi dokter. Uji kompetensi tersebut bertujuan untuk memenuhi kualifikasi mahasiswa kedokteran sesuai standar. Dengan demikian kompetensi para sarjana kedokteran di bidang profesinya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Wisuda ke 108, Rektor UNNES Ajak Teladani Santri

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:36 WIB

5 Cara Benar Belajar Matematika, Dijamin Langsung Bisa

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:03 WIB

5 Kelebihan Belajar Online untuk Anak-Anak

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:48 WIB

BEM UPGRIS Gelar Porsima dengan Prokes Ketat

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:38 WIB
X